CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta: Panggung Kreativitas Perempuan
Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026
Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof. Setyabudi Indartono (kedua dari kanan) menerima cenderamata dari Pemimpin Harian Jogja Anton Wahyu Prirhartono (kedua dari kiri). Harian Jogja - Ujang Hasanudin
JOGJA–Semua perguruan tinggi swasta (PTS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepakat saling bekerjasama dalam memajukan perguruan tinggi dengan semangat Ndulur Limo. Kesepakatan tersebut dibuktikan dalam penandatanganan atau Memorandum of Understanding (MoU)100 PTS se-DIY untuk kerjasama joint resources pada 30 Agustus 2024 lalu.
Demikian disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Jumat (27/9/2024). Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Koordinator Humas LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Pungki Hemawati, dan staf humas Anisya Oktaviana Anindyatri dan Sofian Arditya.
Kunjungan ini diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono dan Wakil Pemimpin Redaksi Nugroho Nurcahyo. Prof, Setyabudi mengatakan tantangan PTS saat ini cukup berat. Tidak hanya bersaing dengan perguruan tinggi negeri (PTN) namun juga dengan perubahan zaman.
Ia tidak menampik kondisi PTS saat ini masih belum ideal. Dari 100 PTS di DIY, hanya ada delapan PTS yang terakreditasi unggul. Kemudian dari 750 program studi (prodi) baru 131 prodi yang unggul. Dari 8.000 dosen di semua PTS se-DIY, baru 214 orang yang menyandang sebagai guru besar dan baru 1.900 yang bergelar doktor. Sebagian besar masih strata dua. Ke depan diharapkan sudah tidak ada lagi dosen yang strata dua, minimal doktor.
Selain itu, kata Prof Setyabudi, tantangan PTS saat ini turunnya masyarakat yang berkuliah di PTS, setidaknya sejak tiga tahun terakhir. Dengan kondisi tersebut pihaknya mencetuskan semangat Ndulur Limo, artinya semua PTS di bawah LLDIKTI V Yogyakarta harus membangun keluarga dan persaudaraan, saling membantu dan saling back up.
“Semangat Ndulur Limo motivasi maju bersama untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta. Harapannya dengan semangat ini jumlah PTS dan prodi terakreditasi unggul naik,” katanya.
BACA JUGA: Daftar 8 PTS di Jogja Terakreditasi Unggul
Setelah mencetuskan semangat Ndulur Limo pada 10 Agustus 2024, kemudian dilanjutkan dengan MoU 100 PTS untuk kerjasama joint resources. “Tujuan dari penandatangan MoU ini adalah untuk menguatkan kerjasama antar PTS dalam rangka peningkatan efektivitas dan efisiensi implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dengan memanfaatkan resources sharing dalam rangka mendukung peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di DIY. Selain itu, penandatangan MoU juga sebagai implementasi indikator kinerja utama (IKU) LLDIKTI,” jelasnya.

Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi pengembangan kurikulum, bahan ajar dan program akademik lainnya, pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, akademisi dan staf administrasi, lokakarya, pelatihan, seminar, pameran dan kegiatan ilmiah lainnya, pertukaran materi dan informasi akademik, publikasi bersama, dan penggunaan fasilitas bersama.
Menurut Setyabudi MoU tersebut merupakan tonggak penting bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi swasta.Dengan MoU tersebut pihaknya juga akan mendemonstrasikan sebuah sistem yang dikembangkan LLDIKTI Wilayah V untuk memberikan kemudahan bagi pimpinan dan civitas perguruan tinggi dalam mengidentifikasikan mitra dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Sistem ini bernama Destarata," ungkap Setyabudi.
Destarata adalah sistem terpadu yang dimiliki oleh LLDIKTI Wilayah V untuk mengetahui informasi sumber daya perguruan tinggi. Sistem ini memberikan gambaran tentang sumber daya manusia, sarana, dan prasarana yang dimiliki perguruan tinggi.
Lebih lanjut Setyabudi mengatakan setelah sukses MoU 100 PTS, juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama 280 dokumen kerjasama berbasis joint resources.”Komitmen bersama ini harapannya dapat meningkatkan kualitas bersama semua PTS dengan harapan ketika kualitas PTS naik, maka akan meningkatkan animo masyarakat dalam memilih PTS,” ujarnya.
Selain itu LLDIKTI Wilayah V juga membangun kerjasama dengan pemerintah kabupaten dan kota di DIY dalam. Setyabudi mengatakan bahwa menurunnya animo masyarakat dalam mengakses perguruan tinggi saat ini karena turunnya daya beli masyarakat. Ia menyebut masih banyak lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang tidak melanjutkan kuliah karena terkendala biaya.
Karena itu perlu dorongan dari pemerintah untuk mendorong warganya di masing-masing wilayah melalui penganggaran semacam bantuan biaya pendidikan atau beasiswa melalui APBD, danais, dan sebagainya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026
BPKA DIY menegaskan pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida tidak memerlukan persetujuan BPKA dan cukup disetujui Pengguna Anggaran.
Spanyol 2026 sukses mencapai final Piala Dunia dengan gaya bermain yang berbeda dari generasi juara dunia 2010. Lamine Yamal menjadi simbol transformasi La Roja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Polres Bantul mengamankan pemuda asal Kota Jogja yang kedapatan membawa 24 tablet Alprazolam tanpa resep dokter di Kasihan. Polisi kini menelusuri asal oba
FIFA tunjuk wasit AS Ismail Elfath pimpin semifinal Inggris vs Argentina. Pernah jadi ofisial final Messi di 2022, Elfath siap hadapi laga panas.