Wujudkan Swasembada Gula, UGM dan SGN Bangun Pusat Pembelajaran Tebu

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Jum'at, 27 September 2024 21:57 WIB
Wujudkan Swasembada Gula, UGM dan SGN Bangun Pusat Pembelajaran Tebu

Peluncuran Pusat Pembelajaran Tebu./Istimewa -- UGM

Harianjogja.com, SLEMANUniversitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sepakat memperkuat kedaulatan pangan melalui peluncuran Sugar Cane Learning Center. Pusat pembelajaran pembelajaran tebu ini menjadi tempat pelatihan dan inovasi untuk memperkuat sektor tebu rakyat guna mencapai cita-cita swasembada gula. 

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada menjelaskan kolaborasi ini menjadi wujud komitmen UGM untuk mendukung program swasembada gula dan ketahanan pangan nasional.

"Peningkatan produktivitas pertanian melalui inovasi dan pendidikan merupakan langkah nyata yang dapat membawa Indonesia menuju kemandirian di sektor pangan, sekaligus memastikan kesejahteraan petani tebu rakyat," kata Jaka pada Jumat (27/9/2024) di Auditorium Prof. Ir. Harjono Danoesastro. 

BACA JUGA: 7 Dosen UGM Masuk 2 Persen Ilmuwan Berpengaruh di Dunia Versi Stanford University dan Elsevier

Jaka menambahkan jika momentum Dies Natalis ke-78 Fakultas Pertanian UGM menjadi momen penting bagi kampus untuk mendukung swasembada gula dan ketahanan energi nasional. Apalagi saat ini isu swasembada gula dan ketahanan energi mendapat tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian pangan global.

Di masa lampau, Indonesia pernah menjadi eksportir gula terbesar dunia pada tahun 1930, setelah Kuba. Namun sejak tahun 1967, Indonesia justru berbalik menjadi importir gula terbesar.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi mengungkapkan Indonesia berpotensi mencapai swasembada gula konsumsi jika mampu meningkatkan produktivitas tebu dari lima ton per hektare menjadi delapan ton per hektar. Meskipun sejatinya kenaikan angka itu sebenarnya masih separuh dari capaian produktivitas gula Indonesia pada tahun 1930. 

"SGN bersama UGM dan Kementerian Pertanian telah berdiskusi panjang terkait langkah-langkah penguatan ekosistem tebu rakyat, yang mencakup inovasi teknologi, peningkatan kapasitas petani, dan pemanfaatan lahan secara optimal," ungkapnya.

Untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2028, Mahmudi menuturkan diperlukan penguatan ekosistem tebu rakyat. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 yang menjadi roadmap untuk swasembada gula. 

"Peran utama PTPN adalah memperkuat ekosistem tebu rakyat, karena 65% bahan baku gula berasal dari petani rakyat. Kunci utama keberhasilan penguatan ekosistem ini adalah kesejahteraan petani," ujarnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online