Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Sepak bola - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Perjalanan kurang mulus terpaksa dialami PSS Sleman yang mengawali BRI Liga 1-2024/25 dengan hasil kurang optimal.
Dari tujuh laga yang telah dijalani, Super Elja tercatat baru meraih satu kali kemenangan, dua kali seri dan menelan empat kali kekalahan.
Manajemen PSS Sleman kini berupaya merumuskan strategi untuk mendongkrak torehan lebih baik bagi Super Elja memanfaatkan waktu libur kompetisi FIFA Matchday.
Presiden Direktur PSS Sleman, Gusti Randa meminta maaf atas capaian PSS dalam tujuh laga awal di liga yang jauh dari target.
"Kami mohon maaf kepada seluruh PSS Fans. Kami juga kecewa dengan hasil yang didapatkan dari tujuh laga yang sudah dilakukan," tutur Gusti di Omah PSS, Sleman, Jumat (27/9/2024).
Evaluasi kinerja tim menjadi salah satu poin yang bakal dilakukan menanggapi raihan minor PSS Sleman di awal liga. Apalagi torehan poin yang dibidik Super Elja belum tercapai di awal liga.
"Target yang kami berikan kepada tim ternyata belum tercapai. Untuk itu akan ada evaluasi dan langkah-langkah strategis agar PSS Sleman dapat meningkatkan prestasi," katanya.
Gusti membocorkan jika evaluasi nantinya akan dilakukan di semua aspek aspek, baik itu aspek teknis maupun nonteknis. Evaluasi ini dilaksanakan secara komprehensif, melibatkan semua unsur terkait dan semua aspek. Dari hasil evaluasi itu nantinya akan disusun langkah-langkah strategis, guna meningkatkan performa PSS Sleman menghadapi 27 pertandingan berikutnya.
BACA JUGA: 75 Juta Gen Z Indonesia Bisa Kesulitan Keuangan Gegara Tren YOLO dan FOMO
"Kompetisi istirahat karena ada jadwal Timnas FIFA Matchday, jadi kita punya waktu cukup untuk melakukan pembenahan. Apa masalahnya sehingga prestasi sulit dicapai? Apa masalahnya pemain sulit buat gol dan tampil kurang bertenaga? Kami juga sudah melibatkan psikolog guna membangun mental pemain," kata Gusti.
Dari sekelumit raihan kurang maksimal Super Elja, ada satu fakta yang terbilang anomali yang diraih PSS di awal liga. Fakta itu yakni PSS Sleman kata Gusti mampu menunjukkan penampilan cukup baik menghadapi lawan kuat, seperti Borneo FC, Bali United dan Arema FC.
Akan tetapi Super Elja mata Gusti malah lemah dan tak berdaya menghadapi tim promosi seperti Semen Padang dan Malut United FC. Berpijak dari fakta tersebut, menurut Gusti pasti ada yang keliru dari timnya.
"Ini pasti ada yang salah. Setidaknya mental bertanding para pemain harus dibenahi. Ini sangat penting untuk menghadapi laga berikutnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess
Ferrari Luce resmi meluncur sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan harga Rp10 miliar dan menjadi simbol transisi EV supercar.
Marc Marquez hadapi cedera serius hingga pertimbangkan pensiun dini. Kontrak baru dengan Ducati memuat klausul bebas penalti jika kondisi fisik tak membaik.
West Ham resmi terdegradasi ke Championship dengan 39 poin. Simak analisis kegagalan The Hammers musim 2025/2026, mulai dari transfer hingga krisis lini belakan