Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Rombongan Lombok Utara melihat proses pembuatan Jamu Tradisional bernama J’Ger, di Rejowinangun, Kamis (26/9/2024)./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Rejowinangun memiliki banyak prestasi terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan budaya. Hal ini membuat daerah lain tertarik belajar dari kelurahan di Kotagede ini, salah satunya dari Kabupaten Lombok Utara.
Sebanyak 125 peserta dari Kabupaten Lombok Utara yang terdiri dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD), Tim Penggerak PKK, Camat, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Desa, serta Ketua TP PKK Desa melakukan studi tiru sejumlah program yang ada di Kelurahan Rejowinangun, pada Kamis (26/9/2024).
Sejumlah program yang disoroti dalam kegiatan ini diantaranya Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi), Program Pola Asuh Anak Remaja di Era Digital (PAAREDI), serta program Hatinya PKK.
Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara, Galuh Nurdiyah Djihan Sjamsu, mengungkapkan sangat senang bisa berada di Kota Jogja yang merupakan Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata. “Ini menjadi momen kita untuk meningkatkan kualitas Tim Penggerak PKK dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di semua bidang,” ujarnya.
Ia berharap, banyak yang bisa ditiru di Pemkot Jogja dan diterapkan di Kabupaten Lombok Utara. Semoga apa yang kita peroleh dapat diterapkan dan menjadi silaturahmi kita kepada Tim Penggerak PKK Kota Jogja,” ungkapnya.
BACA JUGA: Merti Kampung Gunungketur Digelar Lagi Seteah Absen Puluhan Tahun, Begini Keseruannya
Lurah Rejowinangun, Handani Bagus Setyarso, menyambut baik kunjungan dari rombongan Kabupaten Lombok Utara di Kelurahan Rejowinangun. Rejowinangun memiliki lima klaster yang menjadi potensi yang terus dikembangkan hingga saat ini yaitu klaster budaya, kerajinan, herbal, kuliner, dan klaster agro.
Pada kesempatan ini, rombongan diajak langsung untuk melihat proses pembuatan Jamu Tradisional bernama J’Ger. Kelompok sentra industri kecil jamu tersebut berawal dari menjual jamu gendong yang pembuatannya masih menggunakan alat tradisional, kini J’Ger sudah diproduksi secara massal dengan alat-alat modern.
Selanjutnya, rombongan diajak untuk melihat proses pembuatan sabun cuci piring Power Liquid. Dalam produksinya, tempat sabun cuci memanfaatkan botol bekas dari warga Rejowinangun yang disetorkan melalui Bank Sampah.
“Ini menjadi langkah kami dalam melakukan pemberdayaan ekonomi di masyarakat melalui UP2K [Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga]. Selain itu, juga menjadi komitmen bersama dalam pemanfaatan sampah anorganik yang dapat dipasarkan melalui toko PKK,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.