Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rombongan Lombok Utara melihat proses pembuatan Jamu Tradisional bernama J’Ger, di Rejowinangun, Kamis (26/9/2024)./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Rejowinangun memiliki banyak prestasi terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan budaya. Hal ini membuat daerah lain tertarik belajar dari kelurahan di Kotagede ini, salah satunya dari Kabupaten Lombok Utara.
Sebanyak 125 peserta dari Kabupaten Lombok Utara yang terdiri dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD), Tim Penggerak PKK, Camat, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Desa, serta Ketua TP PKK Desa melakukan studi tiru sejumlah program yang ada di Kelurahan Rejowinangun, pada Kamis (26/9/2024).
Sejumlah program yang disoroti dalam kegiatan ini diantaranya Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi), Program Pola Asuh Anak Remaja di Era Digital (PAAREDI), serta program Hatinya PKK.
Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara, Galuh Nurdiyah Djihan Sjamsu, mengungkapkan sangat senang bisa berada di Kota Jogja yang merupakan Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata. “Ini menjadi momen kita untuk meningkatkan kualitas Tim Penggerak PKK dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di semua bidang,” ujarnya.
Ia berharap, banyak yang bisa ditiru di Pemkot Jogja dan diterapkan di Kabupaten Lombok Utara. Semoga apa yang kita peroleh dapat diterapkan dan menjadi silaturahmi kita kepada Tim Penggerak PKK Kota Jogja,” ungkapnya.
BACA JUGA: Merti Kampung Gunungketur Digelar Lagi Seteah Absen Puluhan Tahun, Begini Keseruannya
Lurah Rejowinangun, Handani Bagus Setyarso, menyambut baik kunjungan dari rombongan Kabupaten Lombok Utara di Kelurahan Rejowinangun. Rejowinangun memiliki lima klaster yang menjadi potensi yang terus dikembangkan hingga saat ini yaitu klaster budaya, kerajinan, herbal, kuliner, dan klaster agro.
Pada kesempatan ini, rombongan diajak langsung untuk melihat proses pembuatan Jamu Tradisional bernama J’Ger. Kelompok sentra industri kecil jamu tersebut berawal dari menjual jamu gendong yang pembuatannya masih menggunakan alat tradisional, kini J’Ger sudah diproduksi secara massal dengan alat-alat modern.
Selanjutnya, rombongan diajak untuk melihat proses pembuatan sabun cuci piring Power Liquid. Dalam produksinya, tempat sabun cuci memanfaatkan botol bekas dari warga Rejowinangun yang disetorkan melalui Bank Sampah.
“Ini menjadi langkah kami dalam melakukan pemberdayaan ekonomi di masyarakat melalui UP2K [Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga]. Selain itu, juga menjadi komitmen bersama dalam pemanfaatan sampah anorganik yang dapat dipasarkan melalui toko PKK,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.