Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Suasana gelar budaya merti kampung Gunungketur yang dipusatkan di Jalan Suryopranoto, Pakualaman, Minggu (29/9/2024)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah puluhan tahun absen, perhelatan budaya merti kampung di Gunungketur kembali digelar tahun ini. Dipusatkan di Jalan Suryopranoto, Gunungketur, Pakualaman sebanyak enam RW dilibatkan dalam kegiatan yang digelar pada Minggu (29/9/2024) itu.
Ketua Kampung Gunungketur Endro Purnomo mengatakan, merti kampung di Gunungketur punya sejarah yang panjang. Pergelaran budaya itu sudah ada sejak 1970 an silam, tetapi vakum beberapa puluh tahun lantaran pergantian pengurus dari tingkat kempung ke level RW. "Maka tahun ini kembali kami gelar dan direncanakan bakal jadi agenda tahunan," kata Endro.
Menurutnya, merti kampung menjadi kreasi usaha budaya dan ekspresi seni dari masyarakat. Acara ini penting diselenggarakan dan dihidupkan kembali guna mengajak generasi muda untuk peduli terhadap kebudayaan lokal dan ikut serta melestarikannya. "Acara ini merupakan usulan warga melalui Musrenbang dan difasilitasi oleh kelurahan," ujar dia.
Ketua Panitia Jayantoro menyebut, ada enam RW yang ikut serta dalam acara itu yakni RW 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.
Semuanya menampilkan pentas seni dan budaya sambil mengarak gunungan hasil bumi yang nantinya akan dibagikan kepada warga setempat. "Kami juga melibatkan UMKM dari setiap RW untuk tampil di acara ini dan semoga berdampak pada peningkatan ekonomi warga," jelasnya.
Jayantoro menjelaskan, merti kampung Gunungketur digelar sejak pagi dengan acara doa bersama di Balai Giri Arum. Masyarakat berdoa bersama atas kesehatan dan keselamatan yang dilalui selama tahun ini. Setelahnya dilakukan rayah gunungan hasil bumi.
"Kegiatan kedua pada sore hari, kami menaikkan potensi kampung berupa UMKM dan karnaval dengan mengangkat tema budaya," kata dia.
Sementara Lurah Gunungketur Sunarni menyatakan merti kampung ini merupakan sebuah tradisi yang diselenggarakan masyarakat setempat untuk mengungkapkan rasa syukur dalam bentuk prosesi wilujengan.
Pihaknya mengangkat tema Nyawiji, Handarbeni, Migunani yang bermakna bersatu bersama-sama. "Dengan adanya kegiatan ini kami berharap warga Gunungketur di tahun-tahun ke depan bisa selalu diberkahi dengan keselamatan dan kesejahteraan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.