Pemkab Gunungkidul Pastikan Gaji ASN dan PPPK Aman hingga Akhir 2026
Pemkab Gunungkidul memastikan gaji ASN dan PPPK aman hingga akhir 2026 meski belanja pegawai masih mencapai sekitar 39 persen APBD.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja Sleman terus mempersiapkan keluarga calon transmigran agar bisa bertahan di lokasi kehidupan yang baru di tempat transmigrasi. Setelah diberikan pelatihan bercocok tanam, juga ada pelatihan tata boga yang bisa jadi bekal untuk berusaha.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih mengatakan, upaya memberikan bekal ketrampilan terhadap keluarga calon transmigran terus dilakukan. Diharapkan sebelum pemberangkatan, keluarga ini benar-benar siap menjalani kehidupan dan lokasi baru di tempat transmigrasi.
Menurut dia, di akhir Agustus, calon transmigrasi, khususnya laki-laki mendapatkan pelatihan bercocok tanam, perikanan hingga peternakan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat DIY. Program pun dilanjutkan pelatihan bagi ibu-ibu calon transmigrant dengan memberikan ketrampilan tata boga.
Sutiasih mengatakan, pelaksanaan program menggandeng LPK Kayu Manis. Adapun pelatihan berlangsung pada selama tiga hari mulai 23-25 September 2024, bertempat di Padukuhan Saren, Sumberrahayu, Moyudan.
“Peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias dan semangat,” kata Sutiasih, Minggu (29/9/2024).
Ia berharap, dengan pelatihan ini, maka peserta dapat megolah hasil pertanian yang lebih baik. Hal tersebut sangat penting karena tidak hanya dapat menyajikan hidangan yang lezat untuk keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan usaha kuliner di lokasi penempatan.
“Mudah-mudahan keluarga transmigran dapat mengembangkan usaha kuliner mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan. Tapi, kalau tidak bisa menyajikan hidangan kreatif bergizi untuk keluarga,” katanya.
Sutiasih menambahkan, di lokasi transmigrasi akan mendapatkan rumah siap huni. Selain itu, diberikan lahan perkarangan dan usaha seluas dua hektare.
Di sisi lain juga mendapatkan jatah hidup selama 12 untuk berlokasi di lahan kering dan 18 bulan yang berlokasi di lahan basah. Pemkab Sleman juga menyediakan bantuan modal usaha sebesar Rp13 juta untuk satu keluarganya.
“Ada juga bantuan berupa alat dapur, alat tidur, alat penerangan, alat pertanian, pertukangan hingga bantuan benih dan pupuk,” katanya.
Pemeriksa Ketransmigrasian, Dinas Tenaga Kerja Sleman, Denni Indriastuti mengatakan, tahun ini mendapatkan kuota empat keluarga untuk diberangkatkan dalam program transmigrasi. Adapun lokasi tujuan berada di Kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan dan Sijunjung di Provinsi Sumatra Barat.
Menurut dia, sebelum calon transmigrant ditetapkan harus memenuhi sejumlah persyaratan mulai dari warga Sleman berusia minimal 18-50 tahun, sudah menikah, sehat jasmani dan Rohani.
“Tentunya harus lolos seleksi sehingga keluarga terpilih bisa berangkat ke daerah tujuan transmigrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan gaji ASN dan PPPK aman hingga akhir 2026 meski belanja pegawai masih mencapai sekitar 39 persen APBD.
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
BMKG memprakirakan gelombang laut di perairan selatan Bali mencapai 6 meter pada 5-8 Agustus 2026 akibat aktifnya monsun Australia.
BPKH menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 senilai Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jamaah haji reguler dan khusus.
Polsek Semin memeriksa empat saksi dalam kasus pembuangan bayi di Gunungkidul. Polisi memastikan kasus ini tidak terkait peristiwa bunuh diri di Ponjong.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.