114.528 Warga Gunungkidul Berpotensi Terdampak Kekeringan
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Ilustrasi. /AntaraFoto- Yusran Uccang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Calon peserta transmigran asal Gunungkidul batal berangkat setelah adanya penolakan dari Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah. Pemkab masih menunggu lokasi baru penempatan transmigrasi bagi warga asal Bumi Handayani.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto mengatakan, tahun ini mendapatkan alokasi kuota transmigrasi sebanyak dua keluarga. Pada awalnya, lokasi penempatan ke Kabupaten Sukamara, Kalimantan tengah, tapi hal tersebut dibatalkan.
BACA JUGA: Kiriman Sampah dari Luar Daerah Ditemukan di Paliyan Gunungkidul
Pembatalan tidak lepas adanya kebijakan dari Bupati Sukamara yang memutuskan memanfaatkan lokasi transmigrasi bagi warga lokal. “Kebijakan transmigrasi di sana [Kabupaten Sukamara] 100% hanya untuk warga lokal. Jadi, awalnya dua keluarga asal Gunungkidul akan diberangkatkan kesana, tapi batal,” kata Nanang saat dihubungi, Kamis (14/8/2025).
Meski demikian, ia memastikan program transmigrasi terus berjalan. Pasalnya, sudah ada tiga keluarga yang dilakukan seleksi untuk pemberangkatan di tahun ini. “Program jalan terus dan sudah ada seleksi untuk mendapatkan calon transmigrant yang diberangkatkan di tahun ini,” ungkapnya.
Adapun untuk lokasi penempatan yang baru, Nanang memastikan masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat. Ia berdalih hingga sekarang belum ada penetapan lokasi baru bagi catrans yang akan diberangkatkan tahun ini. “Belum ada informasi dari Kementerian dan kami masih menunggu,” katanya.
Belum adanya lokasi penempatan tujuan transmigrasi, lanjut Nanang, sudah disampaikan kepada catrans yang mengikuti seleksi program transmigrasi. “Sudah kami sampaikan dan menunggu informasi terbaru untuk lokasi penempatan,” katanya.
BACA JUGA: 3 Outlet Jual Minuman Keras Tanpa Izin, Pemkab Sleman Beri Surat Peringatan
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Transmigrasi Gunungkidul, Supartono mengatakan, pemilihan catrans yang akan diberangkatkan dilakukan secara selektif. Proses seleksi dilaksanakan untuk mendapatkan calon yang benar-benar serius mengikuti transmigrasi.
Adapun prosesnya dengan melaksanakan seleksi sosial ekonomi kepada catrans. Salah satunya mendatangi rumah setiap calon dengan melakukan pencatatan kepemilikan harta.
Pemkab juga akan mengobservasi kesiapan mental dan keahlian calon transmigran. Tidak hanya itu, tim juga akan memastikan bahwa calon transmigran tidak memliki utang di lembaga keuangan.
“Apabila ada [utang], calon transmigran perlu melunasinya sebagai persyaratan yang harus dipenuhi kalau terpilih untuk berangkat di program transmigrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k
Harga durian Vietnam kembali naik setelah ekspor ke China meningkat. Kebijakan baru bea cukai mempercepat pengiriman dan mendorong permintaan durian premium.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menciptakan kejutan besar di China Open 2026 setelah menyingkirkan unggulan kedua asal China Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian da
Satpol PP Bantul membongkar lokasi produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi. Petugas menyita 10 galon bahan baku, botol miras siap edar, dan sejumlah alat
Alwi Farhan tersingkir pada babak pertama China Open 2026 setelah kalah tiga gim dari Ayush Shetty. Hasil ini mengakhiri momentum positif yang dibangun di Japan