Medan Sulit Bikin Harga Air Bersih Gedangsari Rp350.000 per Tangki
Harga air bersih di Gedangsari Gunungkidul tembus Rp350.000 per tangki. Medan perbukitan dan jauhnya sumber air membuat biaya distribusi mahal.
Ilustrasi. /AntaraFoto- Yusran Uccang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Calon peserta transmigran asal Gunungkidul batal berangkat setelah adanya penolakan dari Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah. Pemkab masih menunggu lokasi baru penempatan transmigrasi bagi warga asal Bumi Handayani.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto mengatakan, tahun ini mendapatkan alokasi kuota transmigrasi sebanyak dua keluarga. Pada awalnya, lokasi penempatan ke Kabupaten Sukamara, Kalimantan tengah, tapi hal tersebut dibatalkan.
BACA JUGA: Kiriman Sampah dari Luar Daerah Ditemukan di Paliyan Gunungkidul
Pembatalan tidak lepas adanya kebijakan dari Bupati Sukamara yang memutuskan memanfaatkan lokasi transmigrasi bagi warga lokal. “Kebijakan transmigrasi di sana [Kabupaten Sukamara] 100% hanya untuk warga lokal. Jadi, awalnya dua keluarga asal Gunungkidul akan diberangkatkan kesana, tapi batal,” kata Nanang saat dihubungi, Kamis (14/8/2025).
Meski demikian, ia memastikan program transmigrasi terus berjalan. Pasalnya, sudah ada tiga keluarga yang dilakukan seleksi untuk pemberangkatan di tahun ini. “Program jalan terus dan sudah ada seleksi untuk mendapatkan calon transmigrant yang diberangkatkan di tahun ini,” ungkapnya.
Adapun untuk lokasi penempatan yang baru, Nanang memastikan masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat. Ia berdalih hingga sekarang belum ada penetapan lokasi baru bagi catrans yang akan diberangkatkan tahun ini. “Belum ada informasi dari Kementerian dan kami masih menunggu,” katanya.
Belum adanya lokasi penempatan tujuan transmigrasi, lanjut Nanang, sudah disampaikan kepada catrans yang mengikuti seleksi program transmigrasi. “Sudah kami sampaikan dan menunggu informasi terbaru untuk lokasi penempatan,” katanya.
BACA JUGA: 3 Outlet Jual Minuman Keras Tanpa Izin, Pemkab Sleman Beri Surat Peringatan
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Transmigrasi Gunungkidul, Supartono mengatakan, pemilihan catrans yang akan diberangkatkan dilakukan secara selektif. Proses seleksi dilaksanakan untuk mendapatkan calon yang benar-benar serius mengikuti transmigrasi.
Adapun prosesnya dengan melaksanakan seleksi sosial ekonomi kepada catrans. Salah satunya mendatangi rumah setiap calon dengan melakukan pencatatan kepemilikan harta.
Pemkab juga akan mengobservasi kesiapan mental dan keahlian calon transmigran. Tidak hanya itu, tim juga akan memastikan bahwa calon transmigran tidak memliki utang di lembaga keuangan.
“Apabila ada [utang], calon transmigran perlu melunasinya sebagai persyaratan yang harus dipenuhi kalau terpilih untuk berangkat di program transmigrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga air bersih di Gedangsari Gunungkidul tembus Rp350.000 per tangki. Medan perbukitan dan jauhnya sumber air membuat biaya distribusi mahal.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
KAI menambah rangkaian dan perjalanan kereta pada 7 September 2026. Cek rute kereta tambahan dari Jakarta, Jogja, hingga Surabaya.
Simak ramalan 12 zodiak untuk 7-13 September 2026 soal karier, finansial, hubungan, pertemanan, akademik, dan peluang baru.