Struktur Diduga Cagar Budaya Ditemukan di PG Gesikan Bantul
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Sebanyak tiga kepala keluarga (KK) asal Kabupaten Bantul siap diberangkatkan untuk mengikuti program transmigrasi ke Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pemberangkatan dijadwalkan pada pekan kedua Desember 2025. Saat ini, mereka tengah menunggu hasil pemeriksaan kesehatan dan pengecekan kesiapan lokasi penempatan.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Rumiyati, mengatakan seluruh calon transmigran telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai tahap akhir sebelum pemberangkatan.
“Kemudian, pada 9 November nanti, kami akan melakukan pengecekan lokasi penempatan di Poso. Ini penting untuk memastikan rumah dan fasilitas umum seperti MCK, air bersih, serta sarana lainnya sudah siap ditempati,” ujar Rumiyati, Rabu (5/11/2025).
Dari total sepuluh KK yang diajukan Bantul tahun ini, hanya tiga yang dinyatakan lolos dan mendapatkan jatah penempatan di Sulteng. Proses pemberangkatan menunggu selesainya tahapan konfirmasi dan hasil pemeriksaan akhir calon transmigran.
"Setelah hasil pemeriksaan kesehatan keluar, selanjutnya kami hanya tinggal menunggu surat perintah pemberangkatan dari pusat," jelasnya.
Kepala Disnakertrans Bantul, Agus Yuli Herwanta, menjelaskan, setiap keluarga transmigran akan memperoleh rumah siap huni lengkap dengan sanitasi air bersih, lahan pekarangan, dan lahan usaha. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan modal usaha sebesar Rp15 juta per KK serta jatah hidup selama 12 bulan untuk lahan kering, atau 18 bulan jika lahan berupa gambut.
“Program transmigrasi tahun ini mengusung pola Trans Karya Nusantara, yang menekankan penempatan berdasarkan keahlian dan kesiapan usia kerja produktif,” kata Agus.
Komposisi peserta transmigrasi 2025 diatur dengan proporsi 25 persen peserta berusia di bawah 35 tahun dan 75 persen di atas 35 tahun, dengan batas usia maksimal 49 tahun. “Komposisi ini hanya berlaku tahun ini. Tahun depan bisa berbeda, tergantung pola yang ditetapkan pemerintah pusat,” tambahnya.
Dengan pemberangkatan tiga KK ini, Bantul berharap bisa terus berkontribusi dalam pemerataan penduduk dan pengembangan wilayah transmigrasi di luar Jawa. Bantul termasuk daerah yang secara rutin mengirim warganya untuk ikut serta dalam program ini, dengan harapan mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik sekaligus mendukung pengembangan wilayah baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.