Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi/dok
Harianjogja.com, BANTUL – Rencana pemberangkatan 10 kepala keluarga (KK) asal Kabupaten Bantul untuk mengikuti program transmigrasi ke tahun ini terpaksa direlokasi ke tempat baru. Rencana tersebut terjadi setelah adanya perubahan kebijakan dari pusat yang mengedepankan transmigran lokal.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Rumiyati mengatakan, pihaknya telah menyiapkan seluruh calon transmigran (catran) untuk diberangkatkan. Seluruh peserta bahkan telah mengikuti pelatihan agar siap hidup dan bekerja di daerah tujuan.
BACA JUGA: Program Transmigrasi Ditolak Kalbar, Begini Respons Menteri Iftitah
“Kuota sudah kami terima dari pusat, yaitu 10 KK. Semua sudah siap berangkat, tapi awal Agustus kemarin ada perubahan kebijakan. Akhirnya, bersama Kementerian, kami mencari lokasi alternatif,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Menurut Rumiyati, kini nasib 10 KK asal Bantul yang semula dijadwalkan berangkat masih menggantung. Disnakertrans Bantul sudah mengumpulkan para peserta untuk menyampaikan informasi bahwa keberangkatan yang akan dipindahkan ke lokasi lain.
“Lokasi alternatif sedang diusahakan oleh pusat ke daerah lain yang memang tersedia kuota. Tapi jumlahnya mungkin berkurang dari target awal 10 KK,” jelasnya.
Rumiyati menambahkan, meski lokasi berubah, fasilitas yang akan diterima calon transmigran tetap sama. Tugas pemerintah daerah pengirim, seperti Bantul, adalah memastikan peserta siap dan kompetitif melalui pembekalan keterampilan sebelum berangkat.
Secara keseluruhan, tahun ini DIY mendapatkan kuota 35 KK program transmigrasi dari pemerintah pusat, dengan Bantul memperoleh jatah 10 KK. Namun karena adanya perubahan kebijakan itu, seluruh kuota untuk DIY ikut terdampak.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan komitmen daerahnya untuk terus mengirim tenaga kerja terampil melalui program transmigrasi. Menurutnya, transmigrasi bukan hanya solusi pemerataan penduduk, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.
“Kami selalu aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi warga yang berminat. Kami ingin mereka yang berangkat sudah terbekali ilmu dan keterampilan yang cukup,” kata Halim.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Bantul memberikan uang saku Rp15 juta untuk setiap kepala keluarga peserta transmigrasi serta tanah garapan dan perlengkapan fasilitas pertanian di lokasi. Halim berharap, pemerintah pusat segera menetapkan lokasi baru sehingga pemberangkatan bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Animo warga Bantul untuk ikut transmigrasi masih tinggi. Jangan sampai semangat ini hilang karena ketidakpastian lokasi,” pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.