Bambanglipuro Bentuk Posko Anti Klitih Usai Pelajar Tewas
Bambanglipuro akan membentuk posko anti klitih di tiap kalurahan usai kasus pengeroyokan pelajar hingga tewas.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL – Rencana pemberangkatan 10 kepala keluarga (KK) asal Kabupaten Bantul dalam program transmigrasi tahun ini mengalami perubahan lokasi. Semula, para calon transmigran (catran) akan ditempatkan di Sukamara, Kalimantan Tengah. Namun, kebijakan dari pemerintah pusat mengubah tujuan mereka ke Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Torire Watumeboku, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Agus Yuli Herwanta menjelaskan, perubahan tersebut sepenuhnya merupakan keputusan pemerintah pusat lantaran di lokasi awal pemerintah memutuskan untuk penempatan transmigrasi lokal. “Semuanya dari pusat yang menentukan kebijakan lokasi. Kami di daerah hanya bertugas mempersiapkan dan menyeleksi calon transmigran saja,” katanya, Jumat (12/9/2025).
Ia menambahkan, pihaknya kini masih menunggu kepastian jadwal pemberangkatan. Sesuai pengalaman sebelumnya, biasanya agenda transmigrasi dilaksanakan antara Oktober hingga Desember. “Untuk keberangkatan juga menunggu waktu pelaksanaan yang ditetapkan pusat. Yang pasti calon transmigran siap kapan pun dipanggil,” ucapnya.
BACA JUGA: Ada Perubahan Kebijakan, Sejumlah Transmigran Bantul Direlokasi ke Tempat Lain
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul, Rumiyati mengungkapkan, tahun ini ada 10 KK yang akan mengikuti program tersebut. Mereka telah menjalani seleksi, pelatihan khusus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk keterampilan bercocok tanam dan usaha produktif yang relevan di lokasi tujuan.
“Kuota sudah kami terima dari pusat, yaitu 10 KK. Semua sudah siap berangkat. Namun pada awal Agustus lalu terjadi perubahan kebijakan yang mengutamakan transmigran lokal. Karena itu, bersama Kementerian, kami mencari lokasi alternatif yang akhirnya ditetapkan di Sulawesi Tengah,” jelas Rumiyati.
Program transmigrasi, kata dia masih menjadi salah satu cara pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan kesempatan kerja lintas daerah. Bantul termasuk daerah yang secara rutin mengirim warganya untuk ikut serta, dengan harapan mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik sekaligus mendukung pengembangan wilayah baru.
"Bagi calon transmigran terpilih nanti akan dibekali dengan fasilitas lengkap, seperti rumah siap huni, sanitasi air bersih, lahan pekarangan, lahan usaha, bantuan modal Rp15 juta per KK, serta jatah hidup selama 12–18 bulan tergantung kondisi lahan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bambanglipuro akan membentuk posko anti klitih di tiap kalurahan usai kasus pengeroyokan pelajar hingga tewas.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.