Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL – Rencana pemberangkatan 10 kepala keluarga (KK) asal Kabupaten Bantul dalam program transmigrasi tahun ini mengalami perubahan lokasi. Semula, para calon transmigran (catran) akan ditempatkan di Sukamara, Kalimantan Tengah. Namun, kebijakan dari pemerintah pusat mengubah tujuan mereka ke Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Torire Watumeboku, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Agus Yuli Herwanta menjelaskan, perubahan tersebut sepenuhnya merupakan keputusan pemerintah pusat lantaran di lokasi awal pemerintah memutuskan untuk penempatan transmigrasi lokal. “Semuanya dari pusat yang menentukan kebijakan lokasi. Kami di daerah hanya bertugas mempersiapkan dan menyeleksi calon transmigran saja,” katanya, Jumat (12/9/2025).
Ia menambahkan, pihaknya kini masih menunggu kepastian jadwal pemberangkatan. Sesuai pengalaman sebelumnya, biasanya agenda transmigrasi dilaksanakan antara Oktober hingga Desember. “Untuk keberangkatan juga menunggu waktu pelaksanaan yang ditetapkan pusat. Yang pasti calon transmigran siap kapan pun dipanggil,” ucapnya.
BACA JUGA: Ada Perubahan Kebijakan, Sejumlah Transmigran Bantul Direlokasi ke Tempat Lain
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul, Rumiyati mengungkapkan, tahun ini ada 10 KK yang akan mengikuti program tersebut. Mereka telah menjalani seleksi, pelatihan khusus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk keterampilan bercocok tanam dan usaha produktif yang relevan di lokasi tujuan.
“Kuota sudah kami terima dari pusat, yaitu 10 KK. Semua sudah siap berangkat. Namun pada awal Agustus lalu terjadi perubahan kebijakan yang mengutamakan transmigran lokal. Karena itu, bersama Kementerian, kami mencari lokasi alternatif yang akhirnya ditetapkan di Sulawesi Tengah,” jelas Rumiyati.
Program transmigrasi, kata dia masih menjadi salah satu cara pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan kesempatan kerja lintas daerah. Bantul termasuk daerah yang secara rutin mengirim warganya untuk ikut serta, dengan harapan mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik sekaligus mendukung pengembangan wilayah baru.
"Bagi calon transmigran terpilih nanti akan dibekali dengan fasilitas lengkap, seperti rumah siap huni, sanitasi air bersih, lahan pekarangan, lahan usaha, bantuan modal Rp15 juta per KK, serta jatah hidup selama 12–18 bulan tergantung kondisi lahan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.