Penanganan Stunting Jogja, Kelurahan Keparakan Bagikan Telur Omega dan Susu
Kelurahan Keparakan membagikan telur omega dan susu kepada anak berisiko stunting melalui program PMT pada September 2026.
RSUD Bantul-Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul masih berupaya memenuhi syarat untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Hal itu untuk memenuhi target pemerintah pusat berencana menerapkan KRIS secara bertahap tahun 2025.
Kepala Bidang Pelayanan Medik, RSUD Panembahan Senopati Budi Nur Rokhmah menyampaikan rumah sakit plat merah itu terus berupaya memenuhi 12 indikator KRIS. Dari 12 indikator tersebut, pihaknya baru memenuhi dua indikator. "Indikator yang telah terpenuhi yaitu ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia dan jenis penyakit," katanya, Senin (30/9/2024).
BACA JUGA: Tunggu Izin Kraton Jogja, Gumuk Pasir Parangtritis Segera Dipasang Patok
Selain itu, indikator lain yang telah terpenuhi yaitu tempat tidur dapat disesuaikan dengan minimal 2 crank dan ada tempat tidur bed rel yang dipasang. "Kami masih mengupayakan agar indikator lainnya dapat terpenuhi. Kami sedang berproses memenuhi 12 persyaratan KRIS," ujarnya.
Tahun ini, RSUD Panembahan Senopati Bantul merenovasi dua bangsal dan awal tahun depan akan kembali merenovasi dua bangsal lainnya. Penerapan KRIS nanti, lanjutnya, membuat jumlah tempat tidur di RSUD Panembahan Senopati berkurang. Nantinya, tempat tidur untuk rawat intensif hanya terdapat 254 unit dari sebelumnya 267 unit.
Menurut Budi, RSUD Panembahan Senopati juga akan merampungkan pembangunan gedung instalasi maternal perinatal tahun depan. Menurutnya, penggunaan gedung tersebut akan menambah sekitar 20 tempat tidur. "Harapannya pada 30 Juni 2025 sudah siap [untuk menerapkan] KRIS," ujarnya.
BACA JUGA: NPC Bantul Kirim 33 Atlet di Peparnas 2024
Sementara Direktur RSUD Panembahan Senopati, Atthobari menyampaikan untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Panembahan Senopati, pihaknya tengah memperluas gedung untuk pelayanan ibu dan anak. Perluasan tersebut dilakukan dengan menambah lantai 2 dan 3 gedung pelayanan.
Perluasan gedung tersebut dialokasikan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp13 miliar. Perluasan gedung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir 2024. “Harapan kami gedung terpadu, komunikasi, koordinasi dan pelayanan ibu dan anak lebih terpadu. Pelayanan kegawatdaruratan menjadi lebih tepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Keparakan membagikan telur omega dan susu kepada anak berisiko stunting melalui program PMT pada September 2026.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.