28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
RSUD Bantul-Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul masih berupaya memenuhi syarat untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Hal itu untuk memenuhi target pemerintah pusat berencana menerapkan KRIS secara bertahap tahun 2025.
Kepala Bidang Pelayanan Medik, RSUD Panembahan Senopati Budi Nur Rokhmah menyampaikan rumah sakit plat merah itu terus berupaya memenuhi 12 indikator KRIS. Dari 12 indikator tersebut, pihaknya baru memenuhi dua indikator. "Indikator yang telah terpenuhi yaitu ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia dan jenis penyakit," katanya, Senin (30/9/2024).
BACA JUGA: Tunggu Izin Kraton Jogja, Gumuk Pasir Parangtritis Segera Dipasang Patok
Selain itu, indikator lain yang telah terpenuhi yaitu tempat tidur dapat disesuaikan dengan minimal 2 crank dan ada tempat tidur bed rel yang dipasang. "Kami masih mengupayakan agar indikator lainnya dapat terpenuhi. Kami sedang berproses memenuhi 12 persyaratan KRIS," ujarnya.
Tahun ini, RSUD Panembahan Senopati Bantul merenovasi dua bangsal dan awal tahun depan akan kembali merenovasi dua bangsal lainnya. Penerapan KRIS nanti, lanjutnya, membuat jumlah tempat tidur di RSUD Panembahan Senopati berkurang. Nantinya, tempat tidur untuk rawat intensif hanya terdapat 254 unit dari sebelumnya 267 unit.
Menurut Budi, RSUD Panembahan Senopati juga akan merampungkan pembangunan gedung instalasi maternal perinatal tahun depan. Menurutnya, penggunaan gedung tersebut akan menambah sekitar 20 tempat tidur. "Harapannya pada 30 Juni 2025 sudah siap [untuk menerapkan] KRIS," ujarnya.
BACA JUGA: NPC Bantul Kirim 33 Atlet di Peparnas 2024
Sementara Direktur RSUD Panembahan Senopati, Atthobari menyampaikan untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Panembahan Senopati, pihaknya tengah memperluas gedung untuk pelayanan ibu dan anak. Perluasan tersebut dilakukan dengan menambah lantai 2 dan 3 gedung pelayanan.
Perluasan gedung tersebut dialokasikan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp13 miliar. Perluasan gedung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir 2024. “Harapan kami gedung terpadu, komunikasi, koordinasi dan pelayanan ibu dan anak lebih terpadu. Pelayanan kegawatdaruratan menjadi lebih tepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.