Kejurda MMA DIY 2026 Jadi Ajang Cetak Atlet Potensial
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY meluncurkan Beras Jatam, Senin (30/9/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY meluncurkan Beras Jatam, Senin (30/9/2024). Beras yang diambil langsung dari kelompok petani yang tergabung di Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) di DIY ini digulirkan untuk membangun kemandirian pangan.
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM DIY Agus Amin Syaifudin mengatakan beras Jatam memang diambil langsung dari produsen petani di empat kabupaten DIY. Adapun jumlah petani yang tergabung di Jatam tersebut sebanyak 1.000 orang. Target produksi beras yang dikemas khusus 5 kilogram tersebut ke depan sekitar 3 ton.
BACA JUGA : Pantauan Harga Pangan, Telur Ayam Ras dan Beras Premium Hari Ini Mahal
"Tetapi untuk posisi bulan ini baru sekitar 1 ton lebih, ke depan terus meningkat karena jumlah petani yang bergabung juga bertambah dan jumlah permintaan juga terus meningkat," katanya.
Ia mengatakan potensi pasar memang lebih banyak menyasar kalangan Muhammadiyah. Saat ini lebih banyak mensuplai kebutuhan pangan yang berkaitan dengan amal usaha Muhammadiyah. "Potensi pasar di DIY ini ada sekitar 300 ribu jamaah misalnya, kan besar sekali. Sementara saat ini masih menyasar amal usaha Muhammadiyah saja permintaan sudah cukup tinggi," ujarnya.
Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada menyatakan beras jatam yang dilauching tersebut bukan sekadar aktivitas transaksi jual beli semata. Akan tetapi bagian dari dakwah Muhammadiyah dengan menyasar kalangan petani serta upaya menciptakan kemandirian pangan. Beras yang dipasarkan dan diambil langsung dari petani sebagai bentuk hilirisasi dengan model dan pola kekinian.
"Pemasarannya menggunakan jejaring Muhammadiyah baik dari tingkat ranting cabang, daerah dan wilayah. Harapannya amal usaha bisa berkontribusi sehingga hasil pertanian bisa diserap," katanya.
BACA JUGA : Harga Beras di Bantul Naik dalam 3 Bulan Terakhir
Menurutnya beras Jatam ini bagian dari upaya mempelopori kemandirian pangan dari petani dikonsumsi oleh masyarakat. Harapannya rantai tersebut menjadi lingkar ekonomi dari, oleh dan untuk seluruh masyarakat khususnya kalangan Muhammadiyah bukan dari impor. "Petani juga diuntungkan karena hasil panennya bisa terserap dengan harga yang sesuai," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.