MDR QRIS 0 Persen Diperluas, BI Dorong Efisiensi Transaksi dan Digitalisasi Usaha
Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk mendorong efisiensi biaya transaksi
Tangkapan gambar siniar Rembag Kaistimewan bertajuk Menilik Desa Wisata Watu Gendong yang disiarkan secara daring, Kamis (3/10/2024). - ist/Youtube
JOGJA—Desa Wisata Watu Gendong yang berada di Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen Gunungkidul kini banyak dikunjungi wisatawan.
Pengunjung bisa camping sambil menikmati suasana alam yang berbeda di destinasi wisata ini. Pengembangan Watu Gendong ini didukung dengan dana keistimewaan DIY. Destinasi ini dibahas dalam siniar Rembag Kaistimewan bertajuk Menilik Desa Wisata Watu Gendong, Kamis (3/10/2024).
Pendamping Desa Wisata Watu Gendong Surya Alim Syuhada mengatakan destinasi ini memiliki kisah tersendiri yang dipercaya masyarakat sekitar sehingga disebut Watu Gendong.
Potensi wisata bebatuan ini terungkap berawal dari 2015 silam. Waktu itu, beberapa pemuda desa sering jalan-jalan di kawasan Watu Gendong yang masih dijadikan area pertanian.
Dalam perkembangannya, para pemuda melihat kawasan di tanah kas desa itu bisa dikembangkan menjadi wisata karena pemandangannya menarik. “Ide disampaikan ke kalurahan kemudian dilakukan alih fungsi pada 2016 menjadi kawasan penyangga petilasan Pangeran Sambernyawa di Gunung Gambar,” katanya, kemarin.
BACA JUGA: Gunungkidul Night Carnival Digelar Akhir Pekan Ini, Berikut Peta Penutupan Jalur
Surya mengatakan untuk saat ini Watu Gendong sudah banyak dikunjungi wisatawan baik warga Gunungkidul maupun dari berbagai kota lain di Indonesia. Bahkan berbagai acara menarik sering digelar. Dia pun optimistis akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan memberikan dampak ekonomi lebih banyak ke warga.
“Tentu sangat berterima kasih kepada Gubernur DIY dan Paniradya Kaistimewan karena desa wisata Watu Gendong ini diberikan dukungan Danais sehingga berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan,” tutur Surya.
Lurah Beji Sri Idhayanti menambahkan berkat Danais kawasan Watu Gendong punya beragam fasilitas, salah satunya Balai Budaya yang bisa dimanfaatkan berbagai kegiatan, seperti rapat, pertemuan hingga resepsi pernikahan.
Kemudian ada kios yang berisi berbagai produk usaha mikro kecil menengah lokal warga serta ada panggung budaya yang bisa menampilkan seni budaya lokal. Fasilitas lain seperti jalan akses sudah memadai, lokasi parkir dan toilet yang nyaman.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menyatakan dukungan Danais terhadap Desa Wisata Watu Gendong sejalan dengan arahan Gubernur DIY bahwa potensi di setiap kalurahan harus terus dimunculkan.
Watu Gendong merupakan bebatuan unik yang jarang bisa ditemukan di lokasi lain. Melalui potensi tersebut kemudian masyarakat dilibatkan melalui pemberdayaan sehingga mampu menghasilkan kebermanfaatan ekonomi tanpa menimbulkan kerusakan.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Oneng Windu Wardhana menilai Watu Gendong merupakan kawasan yang memiliki peran besar untuk memeratakan wisatawan yang selama ini lebih memilih ke pantai selain menjadi penyangga hutan lindung Wonosadi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk mendorong efisiensi biaya transaksi
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.
Lima fitur aksesibilitas iPhone seperti Back Tap, AssistiveTouch, Reduce Motion, Sound Recognition, dan Background Sounds bisa membantu penggunaan sehari-hari.
Bahlil Lahadalia menyebut parliamentary threshold ideal berada di angka 5%, meski pembahasan lintas partai belum menghasilkan keputusan final.
Sebanyak 413 siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Jogja mengalami mual hingga diare usai menyantap MBG. Penyebab masih diselidiki.