Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Bendung, Semin digelontor dana keistimewaan Rp750 juta. Anggaran dipergunakan untuk membangun embung guna mendukung program ketahanan pangan di Lumbung Mataraman yang dimiliki kalurahan tersebut.
Lurah Bendung, Didik Rubiyanto mengatakan, kalurahannya terus mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah DIY untuk melaksanakan kegiatan yang dibiayai melalui dana keistimewaan. Untuk tahun ini mendapatkan alokasi sebesar Rp750 juta yang dipergunakan untuk membangun embung.
“Sejak dipercaya membangun Lumbung Mataraman di 2022 lalu, kami terus mendapatkan dana keistimewaan untuk pengembangan program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Pemerintah DIY,” kata Didik saat dihubungi Minggu (21/9/2025).
BACA JUGA: Sejumlah Wali Kota Tepi Barat Ditangkap Israel
Dia menjelaskan, untuk pembangunan embung sudah dilaksanakan sejak akhir Agustus 2025 dengan skema swakelola. Fasilitas penampungan air hujan ini dibangun di kawasan Lumbung Mataraman dengan luas sekitar 1.500 meter persegi.
Adapun kedalamannya sekitar tiga meter. Guna mengurangi risiko air meresap ke dalam tanah, pembangunan embung juga menggunakan teknologi geo membrane sebagai penahan air.
“Masih proses dan ditarget pembangunannya selesai di akhir Oktober mendatang,” katanya.
Didik menambahkan, embung yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai penampung air hujan. Pasalnya, keberadaan embung juga untuk mendukung ketahanan pangan yang dijalankan di Lumbung Mataraman.
“Jadi nanti air yang ada bisa digunakan untuk pemeliharaan tanaman pangan di lumbung,” katanya.
Selain itu, embung juga untuk melengkapi konsep wisata edukasi yang dikembangkan di Lumbung Mataraman. “Jadi tidak hanya untuk pengembangan ketahanan pangan, tapi juga ada wisata edukasi di kawasan embung,” katanya.
Terpisah, salah seorang warga Bendung, Sutarno mengakui perkembangan di Kalurahan Bendung sangat pesat. Hal ini tak lepas adanya gelontoran dana keistimewaan yang diperoleh setiap tahun.
“Mulai dari pembangunan lumbung terus berlanjut lainnya. Hingga sekarang juga sudah memiliki lokasi pusat kuliner, yang lokasinya tak jauh dari lumbung,” katanya.
Menurut dia, di pusat kuliner ini sudah menjadi pusat keramaian di Kapanewon Semin, khususnya saat sore hingga malam hari. “Konsep yang dibangun juga bagus karena tampilannya juga estetik dan indah sehingga pengunjung bisa lebih betah,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Proses pembangunan embung yang dibangun di kawasan Lumbung Mataraman di Kalurahan Bendung, Semin. Sabtu (20/9/2025)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.