Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja akan menggelar simulasi early warning system (EWS) banjir di lima titik, Selasa (8/10/2024). Kegiatan ini untuk memperingati Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan kesiapan memasuki musim hujan.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Darmanto menjelaskan kelima titik simulasi EWS banjir masing-masing ada di Sungai Buntung dengan titik EWS di Karangwaru Lor, Sungai Winongo dengan titik EWS di Ketanggungan; Sungai Code dengan titik EWS di Ledokmacanan; serta Sungai Manunggal dengan titik EWS di Klitren Lor dan Sungai Gajahwong dengan titik EWS di Tegalgendu.
“BPBD Kota Jogja akan melaksanakan simulasi EWS banjir pada Selasa (8/10/2024) mulai pukul 09.30 WIB-12.00 WIB. Kami informasikan kepada masyarakat agar tetap tenang apabila mendengar sirene peringatan dini di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya, Jumat (4/10/2024).
BPBD Kota Jogja saat ini memiliki total 20 EWS banjir, dengan rincian tiga EWS otomatis dan 17 EWS manual yang tersebar di tiga sungai besar dan beberapa sungai kecil. Setiap peringatan PRB, simulasi EWS dilakukan dengan titik yang berganti-ganti. “Simulasi setiap tahun dari utara ke selatan,” paparnya.
Ke-20 EWS tersebut menurutnya berfungsi dengan baik karena perawatan rutin dilakukan. Satu dari tiga EWS otomatis tersebut baru dipasang tahun ini di wilayah Umbulharjo. “Untuk penambahan kedepan akan diperbanyak pada EWS otomatis,” ungkapnya.
BACA JUGA: Antisipasi Perubahan Iklim, FAO dan Kementan Akan Bangun Early Warning System
EWS otomatis akan berbunyi sendiri ketika ketinggian air mencapai titik tertentu. Sedangkan EWS manual baru berbunyi setelah operator di BPBD Kota Jogja mengaktifkannya. Adapun pemasangan EWS otomatis dipasang pada Sungai kecil. “Di sungai-sungai kecil karena sering terjadi genangan. Hujan sebentar saja air sudah masuk dirumah warga," imbuhnya.
Pemeliharaan EWS ini selalu dianggarkan setiap tahun. Biasanya pemeliharaan di EWS-EWS ini adalah pada penggantian AKI, yang bisa dilakukan dalam satu sampai tiga tahun sekali. "Sebulan sekali kami cek. Yang paling sering bermasalah itu pada akinya," ungkapnya.
Karena saat ini sudah masuk musim penghujan, ia mengimbau masyarakat terutama di sekitar bantaran sungai agar selalu waspada memantau situasi sungai dan peringatan EWS. “Kalau sudah memasuki musim hujan itu kami juga menerbitkan edaran imbauan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Bolehkan berkurban meski belum aqiqah? Ini penjelasan hukum Islam bahwa kurban dan aqiqah adalah ibadah berbeda.
BTS dipastikan konser di GBK Jakarta 26–27 Desember 2026 dalam tur dunia ARIRANG dengan tiket mulai Rp1,8 juta.
Arema FC dan PSIM Jogja rilis susunan pemain jelang laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Kanjuruhan Malang.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
YellowKey ditemukan mampu membobol enkripsi BitLocker di Windows 11 tanpa kata sandi. Peneliti menduga adanya backdoor yang sengaja ditanamkan Microsoft.