Kasus Gagal Ginjal Sleman Tembus Ribuan, Usia Produktif Dominan
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Ilustrasi abrasi./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada dua pantai di Gunungkidul yang sedang dikaji mengenai potensi abrasi. Dua pantai tersebut adalah Baron dan Sepanjang.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan kajian yang dilakukan DKP DIY tersebut dimulai sejak Agustus 2024. Kajian dilakukan secara menyeluruh tiga kabupaten, Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. “Kalau Pantai Sepanjang kemarin itu ada masukan untuk ditanami mangrove,” kata Wahid dihubungi, Sabtu (6/10/2024).
Wahid menambahkan saran penanaman mangrove untuk meminimalkan dampak abrasi masih perlu dipertimbangkan. Mangrove akan memunculkan kesan yang berbeda terhadap wisata pantai tersebut. Selain itu, ada saran juga untuk menggunakan paku bumi sebagai pendukung bangunan pencegah abrasi.
Pada prinsipnya, kata dia perlu ada koordinasi lintas sektor dalam menyandingkan data kerentanan bencana dengan pola ruang wilayah. Kesesuaian data dan pemanfaatan ruang menjadi kunci mengatasi abrasi. “Setelah kajian ada rekomendasi. Nanti kami sandingkan dengan RTRW [rencana tata ruang wilayah] di situ,” katanya.
Kajian tersebut juga menjadi dasar pengambilan kebijakan sebagai mitigasi dampak abrasi. Sebab itu, tindak lanjut akan dilakukan dari banyak sektor, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.
Menurut Wahid, abrasi sempat menghancurkan warung-warung di Pantai Sepanjang pada 2017 bersamaan dengan Badai Cempaka.
BACA JUGA: Abrasi Mengancam Pantai Selatan, BPBD DIY Minta Warga Bongkar Bangunan di Pinggir Pantai
Adapun di Pantai Baron, gelombang tinggi yang terjadi pada Rabu (5/6/2024) menyebabkan abrasi tanah pondasi talut, sehingga segmen talut di TPI Pantai Baron mengalami penurunan.
Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan DKP DIY, Veronica Vony Rorong mengatakan kajian tersebut akan berhilir pada pembuatan dokumen studi kerusakan pantai di DIY yang dapat menjadi acuan dalam mengambil kebijakan mitigasi abrasi maupun pemanfaatan wisata.
Selain Pantai Baron dan Sepanjang, kajian dilakukan terhadap Pantai Nampu, Sadranan, Drini, Ngrenehan, dan Gesing. “Kajian tersebut kami target selesai tahun ini,” kata Vony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.