APK Calon Lurah PAW Bermunculan, Satpol PP Sleman Tak Berwenang Mengawasi
APK calon lurah PAW ditemukan di sejumlah titik Sleman. Satpol PP menyebut pengawasannya tidak mencakup pelaksanaan Pilur PAW.
Ilustrasi abrasi./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada dua pantai di Gunungkidul yang sedang dikaji mengenai potensi abrasi. Dua pantai tersebut adalah Baron dan Sepanjang.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan kajian yang dilakukan DKP DIY tersebut dimulai sejak Agustus 2024. Kajian dilakukan secara menyeluruh tiga kabupaten, Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. “Kalau Pantai Sepanjang kemarin itu ada masukan untuk ditanami mangrove,” kata Wahid dihubungi, Sabtu (6/10/2024).
Wahid menambahkan saran penanaman mangrove untuk meminimalkan dampak abrasi masih perlu dipertimbangkan. Mangrove akan memunculkan kesan yang berbeda terhadap wisata pantai tersebut. Selain itu, ada saran juga untuk menggunakan paku bumi sebagai pendukung bangunan pencegah abrasi.
Pada prinsipnya, kata dia perlu ada koordinasi lintas sektor dalam menyandingkan data kerentanan bencana dengan pola ruang wilayah. Kesesuaian data dan pemanfaatan ruang menjadi kunci mengatasi abrasi. “Setelah kajian ada rekomendasi. Nanti kami sandingkan dengan RTRW [rencana tata ruang wilayah] di situ,” katanya.
Kajian tersebut juga menjadi dasar pengambilan kebijakan sebagai mitigasi dampak abrasi. Sebab itu, tindak lanjut akan dilakukan dari banyak sektor, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.
Menurut Wahid, abrasi sempat menghancurkan warung-warung di Pantai Sepanjang pada 2017 bersamaan dengan Badai Cempaka.
BACA JUGA: Abrasi Mengancam Pantai Selatan, BPBD DIY Minta Warga Bongkar Bangunan di Pinggir Pantai
Adapun di Pantai Baron, gelombang tinggi yang terjadi pada Rabu (5/6/2024) menyebabkan abrasi tanah pondasi talut, sehingga segmen talut di TPI Pantai Baron mengalami penurunan.
Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan DKP DIY, Veronica Vony Rorong mengatakan kajian tersebut akan berhilir pada pembuatan dokumen studi kerusakan pantai di DIY yang dapat menjadi acuan dalam mengambil kebijakan mitigasi abrasi maupun pemanfaatan wisata.
Selain Pantai Baron dan Sepanjang, kajian dilakukan terhadap Pantai Nampu, Sadranan, Drini, Ngrenehan, dan Gesing. “Kajian tersebut kami target selesai tahun ini,” kata Vony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APK calon lurah PAW ditemukan di sejumlah titik Sleman. Satpol PP menyebut pengawasannya tidak mencakup pelaksanaan Pilur PAW.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.