Musisi dan UMKM Mundur dari Rans Carnival di Maguwo, Polisi Bantah Kerahkan Massa
Sejumlah musisi dan UMKM mundur dari Rans Carnival. Kapolresta Sleman membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang Rp50.000.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul menangkap seorang jambret yang sebelumnya beraksi di Banguntapan, Bantul yang menewaskan korbannya pada September 2024 lalu.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menuturkan pelaku aksi jambret itu berinisial SPY, 39, warga Sewon, Bantul. Sehari-hari, pelaku berprofesi sebagai buruh harian lepas.
Jeffry mengungkapkan kejadian bermula saat SPY mengendarai sepeda motornya di Jl. Gedongkuning, Banguntapan, Bantul, Sabtu (17/8/2024) sekitar pukul 04.45 WIB. Saat itu, dia melihat korban SSW melintas dengan mengendarai sepeda motor. Korban pun tengah mengenakan tas di pundak sebelah kiri.
“Tas yang dikalungkan korban ditarik secara paksa, sehingga talinya putus, sedangkan gantungan atau tali tasnya tertinggal,” kata Jeffry di Polres Bantul, Senin (7/10/2024).
Setelah berhasil merebut tas tersebut, tersangka SPY melarikan diri ke arah selatan. Sementara korban terjatuh dari motor.
Beberapa warga setempat dan pihak kepolisian datang ke TKP menolong korban dengan membawa ya ke RS Sardjito. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka parah. “Kemudian tiga hari setelah kejadian, korban meninggal dunia,” kata Jeffry.
Kemudian, keluarga korban melapor ke polisi pada 12 September 2024. Setelah itu, polisi pun melakukan penyelidikan dan menemukan tali tas milik korban yang tertinggal di lokasi kejadian.
Dari situ, pihak kepolisian kemudian kembali mendalami kasus tersebut. Sebelumnya, pihak kepolisian mengira kejadian tersebut murni kecelakaan.
Dari aksi tersebut, pelaku berhasil merampas telepon genggam, uang tunai Rp400.000 dan sebuah ATM yang ada di tas korban.
Sementara Kanit 1 Satreskrim Polres Bantul, Ipda Daffa Bisma menyampaikan dari barang bukti tali tas korban, pihaknya berhasil mendapatkan barang bukti handphone milik korban. “Setelah itu, kami melanjutkan penyelidikan sehingga maju ke tahap penyidikan,” katanya.
Kemudian tersangka ditangkap pada 23 September 2024.
Sementara tersangka SPY mengakui perbuatan tersebut dilakukannya secara spontan. Di mengaku uang yang didapat dari aksi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Saya hanya sendiri [melakukan aksi], dan itu hanya spontan saja,” katanya.
Pelaku pun mengaku tidak mengetahui korban meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah musisi dan UMKM mundur dari Rans Carnival. Kapolresta Sleman membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang Rp50.000.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat sore dengan awan panas guguran sejauh 5 km ke arah tenggara. BPBD Lumajang memperketat pemantauan.
DPRD Sleman mendorong pengembangan wisata Kaliurang secara terintegrasi dengan pembenahan fasilitas, pelibatan UMKM, dan perlindungan lingkungan.