Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Para pemenang Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa #2 (OBAJ #2) berfoto bersama setelah penyerahan piala kejuaraan di Dinas Perpustakaan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Selasa (10/9)./Istimewa
JOGJA—Siswa SMKN 1 Wonosari menjadi juara dalam Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa #2 (OBAJ #2). Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa SMA/SMK DIY dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dalam mengadakan kegiatan tersebut.
Kepala Disdikpora DIY, Dr. Didik Wardaya, SE, M.Pd. mengatakan setelah melalui tiga babak, dewan juri memutuskan pemenang pertama OBAJ #2 adalah Dara Regita Cahyani, siswa SMK N 1 Wonosari; pemenang kedua Marsya Nur Alifah, siswa SMK Negeri 1 Girimulyo; pemenang ketiga Tectonicha Rizky Salsabila, siswa SMA Negeri 8 Jogja; pemenang harapan pertama Sukeni Widyastuti, siswa SMA Negeri 1 Kasihan dan pemenang harapan 2 Elisa Putri Maharani, siswa SMA Negeri 2 Ngaglik.
“Masing-masing pemenang mendapatkan trofi dan uang pembinaan yang diserahkan pada saat puncak perayaan Hari Literasi Internasional. Penyelenggaraan olimpiade ini adalah salah satu bentuk inovasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY agar pembelajaran bahasa dan aksara Jawa lebih menarik, relevan dan mudah dipelajari oleh siswa, sehingga harapan kami nantinya setiap siswa memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik dalam menggunakan bahasa serta aksara Jawa, tidak hanya sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," terang Didik seusai menyerahkan piala kepada pemenang di Dinas Perpustakaan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Selasa (10/9).
BACA JUGA: Lazimkan Aksara Jawa secara Manual dan Digital, Disdikpora DIY Gelar OBAJ #2
Adapun juri babak final adalah Kepala Seksi Bahasa & Sastra Dinas Kebudayaan DIY, Setya Amrih Prasaja, SS; seniman dan pakar aksara Jawa, Joko Elisanto; perwakilan dari Komunitas aksara Jawa Segajabung, Arif Budiarto dan Erlin Aryulita. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Drs. Beny Suharsono, M.Si; Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, SS. M.A.; Kepala DPAD DIY, Kurniawan, S.Sos, SE.Akt, Mec.Dev.; serta Kepala Disdikpora DIY beserta jajaran staf. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.