Bayi Evakuasi di Sleman Alami Jaundice Kelainan Jantung dan Hernia
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
SLB Negeri 2 Gunungkidul. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Gunungkidul, Kalurahan Playen, Playen, Gunungkidul akhirnya buka suara ihwal tindak kekerasan atau pemukulan yang terjadi terhadap salah satu siswa oleh guru.
Kepala Sekolah SLB N 2 Gunungkidul, Wantini tidak ingin menjelaskan kronologi pemukulan tersebut. Hanya, dia membenarkan bahwa ada guru yang memukul siswanya yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Guru yang bersangkutan telah kami berhentikan sementara sejak Kamis, 10 Oktober 2024. Guru ini juga PPPK, jadi untuk penanganan kami ikuti prosedur kepegawaiannya,” kata Wantini ditemui di sekolahnya, Jumat, (11/10).
Korban saat ini masih menjalani pemulihan pasca trauma. Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sekolah juga mengajak psikolog dalam melakukan pemulihan tersebut.
Korban yang merupakan disabilitas intelektual tersebut berasal dari Kabupaten Sukoharjo. Hanya, dia sudah tinggal di Gunungkidul sejak sepuluh tahun lalu. Saat ini dia tinggal bersama tantenya.
BACA JUGA: Siswa SLB Negeri 2 Gunungkidul Dipukul Gurunya Pakai Tongkat Satpam, Begini Reaksi Pemda
Pihak keluarga korban tersebut telah melakukan mediasi dengan pelaku. Mediasi didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kalurahan Playen dan Genjahan, Kamis, (10/10). Sudah ada kesepakatan bersama kedua belah pihak. Namun, Wantini tidak menyampaikan isi kesepakatan tersebut.
TPPK SLB N 2 Gunungkidul yang didalamnya juga diisi kepala sekolah telah bertemu Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Rabu, (9/10). Pelaku juga memberikan klarifikasi dalam kesempatan tersebut.
“Korban tidak bisa membaca. Mengenali nominal uang tidak tahu. Dia hanya tahu gambar bapak di lembaran uang,” katanya.
Sebelumnya, Tante Korban, Endang Suwartinah mengaku mengetahui kejadian pemukulan tersebut setelah melihat bagian kepala hingga pundak mengalami lebam, begitupun bagian perut.
Pada Selasa (8/10/2024), Endang membawa anak tersebut ke rumah sakit dan melakukan visum. “Anak ini anak saudara ipar saya, dia disabilitas intelektual,” kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.