Pemkot Solo Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pemberdayaan Peserta dan Ahli Waris
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Sebanyak 50 petani dari Sleman mengadu ke DPRD DIY. Mereka mendesak pihak berwenang segera membuka aliran air selokan Van Der Wicjk, Senin (15/10/2024) ist
Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 50 petani dari Sleman mengadu ke DPRD DIY. Mereka mendesak pihak berwenang segera membuka aliran air selokan Van Der Wicjk. Alasannya, karena para petani menanggung kerugian besar akibat penutupan aliran air dari selokan Van Der Wicjk.
Kerugian yang ditanggung para petani saat selokan Van Der Wicjk dimatikan ditaksir mencapai Rp20 juta per hektare atau Rp30 miliar dari 1.500 hektare lahan pertanian di kawasan Sleman barat. "Kami akan kehilangan sekali masa tanam akibat penutupan Selokan Van Der Wicjk," ungkap Sutrisno, selaku koordinator petani Sleman, Senin (14/10/2024) di Gedung DPRD DIY.
Dia menjelaskan, kerugian akibat air selokan Van Der Wicjk dimatikan belum termasuk sektor petani Hortikultura yang bisa mencapai Rp200 juta per hektar. Di sektor perikanan ditaksir mengalami kerugian Rp180 juta untuk 1 ton ikan nila. "Kedatangan kami ini untuk mengadu dan meminta segera buka segera selokan Van Der Wicjk," ungkapnya.
Kehadiran para petani di gedung DPRD DIY diterima langsung oleh Ketua sementara DPRD DIY, Nuryadi. Serta didampingi oleh dua anggota dewan dari Dapil Sleman Selatan, Yan Kurnia Kustanto dan Muhammad Yazid.
Sementara pihak dinas terkait yang turut hadir di antaranya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Sumber Energi Mineral DIY, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, dan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.
Audensi berjalan cukup tegang karena dinas-dinas terkait menganggap penutupan Selokan Van Der Wicjk merupakan kewenangan pusat yang direpresentasikan oleh BBWSSO. Meski begitu, BBWSSO berdalih untuk pemerataan distribusi air kewenangannya ada di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Sumber Energi Mineral DIY.
Menanggapi hal tersebut pihak Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Sumber Energi Mineral DIY menyatakan, bahwa penutupan air selokan Van Der Wicjk itu didasarkan pada keputusan dan kesepakatan dengan perwakilan beberapa organisasi atau kelompok tani, yang dilakukan pada Agustus 2024 lalu.
Pernyataan itu dibantah oleh para petani yang hadir. Menurut Sutrisno, dalam pertemuan tersebut, perwakilan petani, hanya diberi opsi untuk memilih bulan apa yang akan ditutup. Tidak diberi pilihan menolak atau tidak atas kebijakan penutupan Selokan Van Der Wicjk.
"Saya termasuk yang hadir dalam pertemuan itu dari awal hingga akhir, kami seperti dipaksa menyetujui penutupan, bukan setuju atau tidak," ungkap Sutrisno.
Forum audensi itu berakhir dead lock, sampai akhirnya Ketua Dewan sementara, Nuryadi menyatakan sikap, meminta semua Kepala Dinas terkait serta perwakilan dari petani untuk kembali hadir pada pertemuan selanjutnya yang akan digelar Selasa, (15/10/2024) hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.