Gandeng PP Muhammadiyah, BPJS Kesehatan Perkuat JKN di Ranah Akademik
BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah bekerja sama memperkuat Program JKN melalui edukasi, penelitian, magang, dan peningkatan literasi jaminan sosial di 165 pergurua
Audiensi antara petani dan DPRD DIY, digelar di Ruang Banggar DPRD Provinsi DIY itu hadiri oleh Ketua sementara DPRD DIY Nuryadi berserta anggota dewan lain, Yan Kurnia Kustanto dan Andriana Wulandari, Selasa (15/10/2024). - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya audiensi kedua kali yang dilakukan para petani Sleman terkait dengan penutupan Selokan Van Der Wijck ke DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghasilkan tiga keputusan sementara.
Pertama, Balai Besar Wilayah Sungai-Serayu Opak (BBWSSO) akan membuka kembali Selokan Van Der Wijck pada tanggal 16 Oktober 2024 sampai dengan adanya kesepakatan final.
Kedua, para petani diberi waktu 10 hari untuk memusyawarahkan kesepakatan baru terkait permintaan BBWSSO menutup Selokan Van Der Wicjk untuk kepentingan perawatan dan renovasi selokan.
Ketiga, disepakati akan adanya penutupan Selokan Van Der Wicjk selama 1 bulan dalam kurun waktu 5 tahun sekali.
Audiensi kedua yang digelar di Ruang Banggar DPRD Provinsi DIY itu hadiri oleh Ketua sementara DPRD DIY Nuryadi berserta anggota dewan lain, Yan Kurnia Kustanto dan Andriana Wulandari, Selasa (15/10/2024).
Berjalannya rapat tersebut juga dihadiri oleh perwakilan kelompok petani, para Lurah, serta Pimpinan Badan dan Dinas terkait dari Kabupaten Sleman dan Bantul. Ada 78 pihak lembaga/kelompok terkait yang diundang.
Situasi rapat berlangsung tegang, ketika Kepala BBWSSO, Gatut Bayuadji mulai memaparkan alasan penutupan Selokan Van Der Wijck. Bahkan Gatut Bayuadji sempat mengancam tidak akan bertanggung jawab jika ada kerusakan. Karena petani tetap tak ingin ada masa penutupan sepanjang tahun.
BACA JUGA: Cuaca Panas Menyala, Warga Diingatkan Jangan Lupa Minum Agar Tidak Dehidrasi
Ketua Sementara DPRD DIY Nuryadi menengahi, meminta BBWSSO membuka dulu Selokan Van Der Wijck yang saat ini ditutup.
"Sementara dibuka dulu segera, nanti rembuk lagi, kapan disepakati bersama penutupannya, seminggu cukup," kata Nuryadi, dalam keterangan tertulis yang diterima harianjogja.com Selasa (15/10/2024).
Menurut Nuryadi, harus ada keputusan bersama, dan petani harus memberikan waktu kepada BBWSSO melakukan perawatan dan renovasi selokan. Dan harus dipastikan melibatkan semua pihak terkait.
"Ini nanti petani dikoordinasi langsung oleh Dinas terkait dari Kabupaten Sleman, nanti Sleman yang mengundang waktunya 10 hari, jika tidak dilakukan maka BBWSSO berhak menutup secara sepihak," tegas Nuryadi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah bekerja sama memperkuat Program JKN melalui edukasi, penelitian, magang, dan peningkatan literasi jaminan sosial di 165 pergurua
Film Beautiful Pain hadir di Ambarrukmo XXI Jogja, mengangkat perjuangan Niken sebagai ibu tunggal. Film ini tayang mulai 22 Oktober 2026.
Barcelona menang 5-2 atas Real Betis pada pekan kesembilan Liga Spanyol 2026/2027 dan memperpanjang rekor kemenangan menjadi sembilan laga.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Danurejan Expo yang mengusung tajuk Romantisme Danurejan digelar di Jalan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (17/10/2026).
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu 18 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.