Tak Hanya Pameran, Alumni Gen Z Batik Preneur Sleman Didorong Tembus Pasar
Sembilan alumni Gen Z Batik Preneur Sleman didorong menguji produk ke pasar dan mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Tampak gundukan batu kapur yang menutup mulut gua di Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu, (16/10/2024)./ harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah gua dengan stalaktit dan stalakmit jutaan tahun ditemukan di lokasi pembangunan bunderan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Selasa, (15/10/2024). Gua ini sementara waktu telah ditutup untuk menghindarkan dari kerusakan.
Warga Planjan, Waluyo mengatakan penemuan gua tersebut pertama kali oleh kontraktor pada Selasa, (15/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Gua ini dia perkiraan memanjang hingga 30 meter.
“Ada suara yang agak beda ketika memecah batuan, seperti berdengung gitu. Setelah pecah, ada lubang. Ternyata gua,” kata Waluyo ditemui di lokasi, Rabu, (16/10).
Waluyo yang berada di lokasi mengaku kontraktor kemudian menghentikan aktivitas setelah menghancurkan dinding gua tersebut. Pada Rabu, (16/10) pukul 08.00 WIB, kontraktor menutup lubang tersebut.
BACA JUGA: Proyek JJLS Kelok 23 Mencapai 50 Persen, Jalan Berkelok dan Perbukitan Jadi Tantangan
Menurut dia, warga berdatangan hingga masuk ke gua. Sepengamatan dia, tidak ada warga yang mengambil stalaktit dan stalakmit tersebut.
“Di dalamnya itu tidak ada makhluk hidup. Benar- benar tertutup dalam bukit dan penuh krital-kristal putih,” katanya.

Dia juga mengaku ada dua cekungan yang berisi air. Atas penemuan ini, dia berharap gua tersebut dapat dipertahankan. Pasalnya, Planjan selama ini hanya menjadi perlintasan wisatawan apabila ingin pergi ke destinasi pantai di Gunungkidul.
"Saya inginnya ini kan bentukan alam ratusan tahun, bisa teramankan. Sebisa mungkin dipertahankan. Kalau bisa desain ulang JJLS ini. Planjan itu hanya jadi jalur wisatawan lo. Semoga jadi lokasi wisata,” ucapnya.
Lurah Planjan, Muryono Asih Sulistyo mengatakan penutupan gua tersebut dilakukan agar keamanan gua dan masyarakat terjaga. Pasalnya, gua tersebut berada di tebing di tengah-tengah pengerjaan JJLS.
Kata dia, Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara juga berencana datang meninjau lokasi gua tersebut.
“Jangan sampai nanti ada warga yang berduyun-duyun. Kami mengupayakan pengamanan dulu,” kata Muryono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan alumni Gen Z Batik Preneur Sleman didorong menguji produk ke pasar dan mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.