PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman kembali mengubah pelaksanaan debat di Pilkada 2024 untuk ketiga kalinya. Rencana terbaru debat akan diselenggarakan 27 Oktober, 3 dan 10 November 2024.
Anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Huda Al Amna mengatakan, pelaksanaan debat calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2024 akan berlasung tiga kali. Pada awalnya, pelaksanaan debat dilaksanakan pada 3,10,17 November 2024.
Hanya saja, sambung dia, skema ini tidak jadi karena waktunya diubah dan akan dilaksanakan pada 20,27 Oktober dan 3 November 2024. Jadwal ini kembali direvisi karena pelaksanaan akhirnya digelar pada 27 Oktober, 3 dan 10 November 2024.
“Sebenarnya tidak berubah karena ketiga jadwal sudah masuk dalam skema yang dipersiapkan untuk pelaksanaan debat. Yang jelas, semua debat dilaksanakan Minggu dengan harapan bisa lebih banyak penonton karena hari libur,” kata Huda di sela-sela kegiatan Uji Publik Tema Debat Publik Pilkada Sleman di Hotel Artotel, Rabu (16/10/2024).
Menurut dia, debat pertama yang menghadirkan calon bupati pada 20 Oktober dinilai terlalu cepat sehingga akan berpengaruh terhadap persiapan dan takutnya hasilnya tidak akan optimal.
BACA JUGA: Tak Masuk Kabinet Prabowo, Menteri Basuki Pamit
Oleh karenanya, debat pertama dipilih dilaksanakan pada 27 Oktober 2024 sehingga persiapan dan kesiapan dengan Lembaga penyiaran lebih dapat dimatangkan.
“Biar lebih optimal saja pelaksananaannya dan masing-masing paslon juga bisa menyiapkan sesuai dengan tema yang dipersipakan,” ungkapnya.
Huda menambahkan, untuk skema debat, rencananya debat pertama hanya menghadirkan calon bupati. Adapun debat kedua menghadirkan calon wakil bupati dan yang ketiga menghadirkan semua pasangan calon,” ungkapnya.
Anggota KPU Sleman, Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, mulai 25 September lalu sudah memasuki tahapan kampanye. Rencananya kampanye selesai pada 23 November 2024. “Ada waktu kampanye selama 60 hari,” katanya.
Untuk pelaksanaan kampanye terdiri dari tiga, yakni rapat umum, pertemuan terbatas dan tatap muka. Untuk rapat umum, masing-masing pasangan calon hanya mendapatkan jatah satu kali, sedangkan kegiatan pertemuan terbatas dan tatap muka bisa dilakukan setiap hari.
“Ketentuan dalam kampanye sudah diatur dalam PKPU No.13/2024,” kata Aan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.