Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM Hadirkan Ruang Kolaborasi
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
Suasana seminar Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 2024 di Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta, Sabtu (19/10/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menggelar Seminar Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 2024 di Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM, Sabtu (19/10/2024). Seminar ini mengambil tema Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi yang Paripurna sebagai Pilar Visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini diharapkan menjadi platform bagi akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi inovasi dan gagasan dalam memperkuat pendidikan vokasi serta teknologi terapan.
Wakil Dekan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Wiryanta mengatakan dalam SNTT 2024 terdapat sebanyak 77 paper dari klaster saintek, 69 paper dari klaster Soshum, 10 paper dari klaster Kesehatan, dan 18 paper dari klaster Agro. “Agenda ini tidak hanya diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari Sekolah Vokasi UGM, namun juga dari 16 institusi eksternal lainnya,” kata Wiryanta, Sabtu.
SNTT 2024 terbagi dalam empat klaster utama, antara lain Sains dan Teknologi yang mencakup bidang seperti industri, transportasi dan logistik, material dan energi, serta komputer dan informatika; Sosio Humaniora yang berfokus pada linguistik terapan, seni dan budaya, pariwisata, kearsipan dan informasi, ekonomi dan manajemen, akuntansi, dan pendidikan.
Selanjutnya ada Klaster Kesehatan yang membahas inovasi dalam kebidanan, keperawatan, kedokteran, rekam medis, dan bidang kesehatan lainnya dan klaster Agro yang berfokus pada pertanian dan kehutanan, peternakan dan kesehatan hewan, serta pengolahan hasil pertanian.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Indonesia, Saryadi memberikan paparan tentang Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi yang Paripurna Sebagai Pilar Visi Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, pendidikan vokasi bisa menjadi salah satu kunci dalam mencetak generasi unggul Indonesia 2045. Meski demikian, ia mengakui masih banyak yang harus disempurnakan karena masih ada ketimpangan antara di bangku pembelajaran dengan cepatnya perubahan di dunia industri. “Ini yang harus dipangkas agar lulusan yang dihasilkan benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan bidang yang digeluti,” katanya.
Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Ali Ridho Barakbah memberikan pemaparan tentang Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi yang Paripurna. Ia mengupas tentang strategi pengembangan pendidikan tinggi vokasi yang holistik dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “Di era globalisasi sangat dibutuhkan adanya kompentensi agar tenaga kerja lokal tidak tersisih oleh pekerja asing. Di sinilah peran sekolah vokasi untuk mencetak lulusan yang handal dengan berkolaborasi antar sekolah vokasi maupun dengan mitra industri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.