Taj Yasin Minta Seluruh OPD Jateng Contek Pengembangan Desa Kranggan
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Suasana seminar Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 2024 di Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta, Sabtu (19/10/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menggelar Seminar Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 2024 di Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM, Sabtu (19/10/2024). Seminar ini mengambil tema Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi yang Paripurna sebagai Pilar Visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini diharapkan menjadi platform bagi akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi inovasi dan gagasan dalam memperkuat pendidikan vokasi serta teknologi terapan.
Wakil Dekan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Wiryanta mengatakan dalam SNTT 2024 terdapat sebanyak 77 paper dari klaster saintek, 69 paper dari klaster Soshum, 10 paper dari klaster Kesehatan, dan 18 paper dari klaster Agro. “Agenda ini tidak hanya diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari Sekolah Vokasi UGM, namun juga dari 16 institusi eksternal lainnya,” kata Wiryanta, Sabtu.
SNTT 2024 terbagi dalam empat klaster utama, antara lain Sains dan Teknologi yang mencakup bidang seperti industri, transportasi dan logistik, material dan energi, serta komputer dan informatika; Sosio Humaniora yang berfokus pada linguistik terapan, seni dan budaya, pariwisata, kearsipan dan informasi, ekonomi dan manajemen, akuntansi, dan pendidikan.
Selanjutnya ada Klaster Kesehatan yang membahas inovasi dalam kebidanan, keperawatan, kedokteran, rekam medis, dan bidang kesehatan lainnya dan klaster Agro yang berfokus pada pertanian dan kehutanan, peternakan dan kesehatan hewan, serta pengolahan hasil pertanian.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Indonesia, Saryadi memberikan paparan tentang Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi yang Paripurna Sebagai Pilar Visi Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, pendidikan vokasi bisa menjadi salah satu kunci dalam mencetak generasi unggul Indonesia 2045. Meski demikian, ia mengakui masih banyak yang harus disempurnakan karena masih ada ketimpangan antara di bangku pembelajaran dengan cepatnya perubahan di dunia industri. “Ini yang harus dipangkas agar lulusan yang dihasilkan benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan bidang yang digeluti,” katanya.
Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Ali Ridho Barakbah memberikan pemaparan tentang Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi yang Paripurna. Ia mengupas tentang strategi pengembangan pendidikan tinggi vokasi yang holistik dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “Di era globalisasi sangat dibutuhkan adanya kompentensi agar tenaga kerja lokal tidak tersisih oleh pekerja asing. Di sinilah peran sekolah vokasi untuk mencetak lulusan yang handal dengan berkolaborasi antar sekolah vokasi maupun dengan mitra industri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang"
Korban gempa Venezuela capai 1.430 jiwa, lebih dari 300 gempa susulan terjadi, ribuan warga luka dan kehilangan tempat tinggal.
Gunung Semeru erupsi 4 kali, kolom abu capai 1.000 meter. Status siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.
Bareskrim Polri gagalkan penyelundupan 325 kg sabu jaringan Thailand-Aceh, dua tersangka ditangkap, nilai barang Rp585 miliar.
Batu ginjal sering tanpa gejala. Simak penyebab, tanda, dan cara pencegahannya menurut dokter urologi.
Latsarmil KDMP telan 5 korban jiwa. Akademisi UGM minta evaluasi total karena dinilai tak relevan dengan tugas manajer koperasi.