Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi kompos./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman terus berupaya melakukan penaganan persoalan sampah yang belum terelesaikan sampai saat ini. Terbaru, Dinas Lingkungan Hidup membuat Gerakan Berbarengan Reresik dan Olah Sampah Organik atau Gerbang Sik Asik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan, program Gerbang Asik merupakan inovasi untuk mengoptimalkan pengeolahan sampah di Masyarakat. Program ini ditandai dengan menetapkan tiga padukuhan sebagai percontohan untuk penanganan sampah organic secara mandiri.
“Sampah organik masih jadi persoalan karena mayoritas sampah yang dihasilkan merupakan jenis ini. di sisi lain, kalau tidak cepat diolah cepat sekali menimbulkan polusi,” kata Epi, Sabtu (19/10/2024).
Tiga padukuhan yang menjadi percontohan terdiri dari Padukuhan Kuwang, Argomulyo, Cangkringan; Padukuhan Mandungan 1, Margoluwih, Seyegan. Adapun yang ketiga Padukuhan Sangurejo, Wonokerto, Turi.
Diperkirakan ada sekitar 600 keluarga yang terlibat dalam pengolahan sampah ini. Yakni, warga diminta melakukan pemilihan secara mandiri serta mengolah sampah organik menjadi kompos.
Imbal balik dari pelaksanaan program ini, maka Dinas Lingkungan Hidup Sleman siap membeli kompos hasil pengolahan seharga Rp1.300 per kilogram. “Prosesnya sudah dimulai sejak awal bulan ini. tentunya kami terus lakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap,” katanya.
Menurut dia, program ini akan direplikasi di daerah lain sehingga penanangan sampah di Bumi Sembada bisa lebih optimal. “Biar memotivasi Masyarakat untuk mengolah sampah organic secara mandiri, kami siap membeli sesuai dengan harga yang telah ditentukan,” katanya.
Epi menambahkan, dengan mengolah sampah dari rumah, maka banyak keuntungan yang diperoleh. Pasalnya, untuk sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi aneka kerajinan yang memiliki nilai jual.
“Kalau tidak bisa ditabung ke bank sampah atau dijual ke tukang rosok juga laku. Tapi, intinya bukan tentang pendapatan, tapi sampah bisa terkelola dengan baik sehingga tidak jadi masalah,” katanya.
Pejabat Sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo mengapresiasi inovasi yang dilakukan untuk mengoptimalkan dalam pengelolaan sampah. Ia berharap Gerbang Sik Asik dapat memberikan pengaruh pada peningkatan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan persampahan secara mandiri.
“Tidak semua sampah harus berakhir di TPA namun dapat dikelola dan di daur ulang sehingga bisa memberikan manfaat,” kata Kusno.
BACA JUGA : Bukan Mangkrak, Ini Alasan Kalurahan Banguntapan soal Alat Pilah Sampah Menganggur
Ia mengimbau kepada masyarakat dapat memilah sampah berdasarkan jenis untuk dapat diolah kembali. Penggunaan kemasan dan produk ramah lingkungan juga perlu dilakukan sebagai kebiasaan baru dalam mengurangi jumlah sampah.
“Saya ingin Masyarakat ikut berperan dalam pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan. Mari ciptakan budaya bijak mengurangi residu sampah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.