Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pedagang daging ayam di Pasar Sentolo, Sutijem yang mengeluhkan kenaikan harga sekaligus penurunan daya beli masyarakat yang berpotensi menyebabkannya rugi, Kamis (23/10/2024).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Harga daging ayam di Kulonprogo mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir, terbaru nilainya sebesar Rp40 ribu per kilogram pada Kamis (23/10/2024). Kondisi ini dikeluhkan warga, salah satunya Ratini, 46, warga Kapanewon Pengasih.
Ratini yang merupakan pedagang kaki lima berupa pecel lele ini menerangkan naiknya harga ayam menyebabkan usahanya lesu. "Kondisi makin lesu sekarang, ada penurunan pembeli masih ditambah harga ayam yang naik," katanya.
Kondisi kenaikan harga daging ayam ini membuat Ratini mesti pintar-pintar mengatur pemasukan dan pengeluarannya. "Pengeluaran dengan beli daging ayam dikurangi sekarang, kalau terlalu banyak malah tidak terbeli malah jadi rugi besar," terangnya.
Adapun daging ayam mengalami kenaikan, tapi Ratini tak mengurangi harga jual dagangannya. "Saya kurangi saja ukurannya jadi lebih kecil, harus pintar-pintar mengatur, kalau harga dinaikan malah pecel lele saya tidak ada yang beli," ujarnya.
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Sentolo, Sutijem menyebut kenaikan harga komoditas tersebut sejak dua minggu terakhir. "Awalnya itu harganya Rp32 ribu per kilogramnya, lalu terus naik jadi Rp40 ribu sekarang," ungkapnya.
Sutijem tak tahu pasti sebab kenaikan daging ayam tersebut. "Yang jelas dari dari pemasok itu memang naik, lalu kami sesuaikan juga harganya," ujarnya.
Kenaikan harga daging ayam ini, jelas Sutijem, tak sesuai dengan permintaan masyarakat yang kini kondisinya sedang lesu. "Secara penjualan tidak ada peningkatan, justru malah turun yang beli sekarang. Tapi harganya tetap naik, ini jadi makin membuat pembeli berkurang," tuturnya.
Penurunan pembeli dan kenaikan harga daging ayam ini, menurut Sutijem, membuat sebagian besar pedagang menurunkan stoknya. "Kami turunkan pembelian stoknya jadinya, bahkan kalau bisa ada pemesanan dulu agar ada kepastian daging ayam ini laku, kalau tidak malah rugi kami," keluhnya.
BACA JUGA : Pekan Ketiga Ramadan, Harga Daging Sapi Stabil Tinggi, Daging Ayam Naik
Pedagang di Pasar Sentolo ini berharap ada penurunan harga daging ayam selama daya beli masyarakat masih lesu. "Dulu itu sehari bisa jual diatas 30 kilogram, sekarang bisa jual 10 kilogram aja sudah seneng," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.