Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Pekerja mengangkut karung pupuk urea di gudang lini 3 Jatibarang pupuk Kujang, Indramayu, Jawa Barat belum lama ini. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi baik urea, NPK dan NPK formula khusus aman dan mencukupi kebutuhan pupuk bagi petani di wilayah ini hingga akhir 2024.
"Ketersediaan pupuk sangat mencukupi. Untuk itu, kami mengimbau kepada petani segera menebus pupuk bersubsidi memasuki masa tanam ini," kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Raharja Yuwono di Gunungkidul, Rabu.
Ia mengatakan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan bulan September 2024 untuk urea sebanyak 4.944,518 ton dari 21.179 ton atau 23 persen.
Kemudian, NPK Phonska sebanyak 4.694,135 ton dari 17.251 ton atau 27 persen. Sedangkan NPK formula khusus masih belum ada realisasi dari jumlah alokasi 62 ton.
"Kami optimistis serapan pupuk akan maksimal hingga akhir tahun," katanya.
BACA JUGA: Musim Hujan Tiba, Petani Gunungkidul Diminta Segera Olah Lahan Pertanian
Raharjo mengatakan total dihitung dari laporan lapangan, luas tanam ngawu awu mencapai hampir 12.700 hektare. Ngawu-awu, artinya tebar benih sebelum hujan turun. Tradisi itu dilakukan masyarakat Gunungkidul secara turun temurun.
"Luas ini belum semuanya. Lahan pertanian di Gunungkidul sangat luas, lebih dari 32 ribu hektare. Kami berharap petani segera mengolah lahan, menyiapkan benih unggul dan menebus pupuk bersubsidi," imbaunya.
Sebelumnya, Raharjo mengatakan dari catatan petugas pertanian di lapangan, curah hujan menunjukkan beberapa wilayah hujan lebat, dan beberapa yang lain masih di bawah 50 mm.
"Kami mengimbau kepada petani segera olah lahan dan menyiapkan benih unggul untuk di tanam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.