Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Tawon. /Ist-Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas kepariwisataan Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul sempat berhenti selama sehari pada Senin (21/10/2024) akibat serangan Tawon Gung. Tawon ini juga sempat menyebabkan seorang warga sekitar terluka, sehingga harus dibawa ke rumah sakit.
Ketua Pokdarwis Nglanggeran, Mursidi mengatakan warga tersebut mengalami pembengkakan serius di badan. Warga tersebut ketika kejadian sedang berada di lahan pertanian dekat kawasan wisata. Resah, dia dan anggota Pokdarwis melakukan penyisiran dan mengevakuasi sarang-sarang Tawon Gung.
Sebenarnya tawon tersebut memang memiliki habitat alami di Gunung Api Purba. Sarangnya berada di kaki Gunung Api Purba. Hanya, serangan baru terjadi kali ini. Menurut dia, ada beberapa faktor pemicu serangan tersebut seperti gangguan dari burung elang terhadap sarang tawon. “Kalau wisatawan tidak ada yang jadi korban sengatan Tawon Gung. Kami pastikan kawasan wisata aman untuk pengunjung,” kata Mursidi dihubungi, Jumat (25/10/2024).
Mursidi menerangkan proses evakuasi sarang-sarang tawon juga dilakukan menggunakan peralatan khusus dan alat pelindung diri (APD). Total ada dua sarang tawon yang telah mereka evakuasi.
BACA JUGA: BPBD Bantul Minta Warga Waspadai Tawon di Musim Hujan
Setelah mengevakuasi dua sarang tersebut, mereka melanjutkan penyisiran di sekitar kawasan wisata.
Menurut Lurah Nglanggeran, Widada, Tawon Gung beberapa kali berperilaku agresif dengan mengejar warga. Warga yang menjadi korban sengatan pun bukan sekali ini terjadi.
Guna mencegah adanya korban lain, Pemkal Nglanggeran menggandeng petugas pemadam kebakaran BPBD Gunungkidul guna memusnahkan sarang-sarang tawon. “Kalau keberadaan sarang Tawon Gung kan cenderung berpindah-pindah di sekitar hutan Nglanggeran,” kata Widada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.