Rumor Christophe Nduwarugira ke PSS Sleman, Ini Jejak dan Potensinya
PSS Sleman dirumorkan merekrut Christophe Nduwarugira. Bek Timnas Burundi dengan 48 caps dan pengalaman di Liga Portugal ini berpotensi memperkuat lini pertahan
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, Diana Setyawati mengungkapkan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bunuh diri pada seseorang.
Diana menjelaskan jika bunuh diri penyebabnya cukup kompleks. Seseorang tidak ada yang ingin meninggal dengan cara bunuh diri, yang ada mereka tidak sanggup dengan luka atau masalah yang ada.
Percobaan bunuh diri justru menjadi pertanda teriakan minta tolong dari seseorang. Untuk mencegahnya, orang di sekitar perlu tahu penyebab orang ingin melakukan bunuh diri. "Penyebabnya tentu saja banyak, tetapi kebanyakan orang-orang bunuh diri itu berasosiasi dengan gangguan jiwa kaya depresi," kata Diana, Minggu (27/10/2024) petang.
"Kenapa orang bisa depresi itu penyebabnya banyak lagi," imbuhnya.
Pada remaja, bunuh diri kebanyakan dipicu faktor keluarga. Misalnya remaja yang merasa tidak diterima dalam keluarga, merasa tidak disayangi, merasa tidak dihargai, merasa dituntut oleh keluarganya dan sebagainya. "Untuk mencegah ya menguatkan para remaja ini dengan cara menguatkan keluarga dan kesehatan mental berbasis sekolah," ungkapnya.
Keluarga harus tahu cara memperlakukan anak dan memenuhi kebutuhan psikis anaknya. Sementara sekolah lanjut Diana harus punya sistem kesehatan mental.
Secara garis besar Diana menyebut bila kasus bunuh diri kebanyakan terjadi pada remaja akhir dan lansia. Selain itu bunuh diri kebanyakan juga terjadi pada laki-laki.
BACA JUGA: Polisi Sebut Faktor Ekonomi Masih Jadi Alasan Utama Bunuh Diri di Gunungkidul
Di sisi lain faktor terlilit pinjaman online atau kecanduan judi online bisa menjadi stressor. "Itu [pinjol dan judol] tentu saja jadi stressor. Stressor itu bisa macam-macam," terangnya.
Namun, berat tidaknya suatu masalah tergantung individu yang menghadapinya. Kerentanan orang dalam menghadapi suatu masalah juga berbeda-beda. "Masalah itu berat apa enggak tergantung orangnya. Misalnya orang banyak hutang, orang banyak hutang itu kan enggak semuanya bunuh diri, tapi ada orang yang karena hutang jadi bunuh diri. Itu tergantung kerentanan orang itu," tegasnya.
Untuk mencegah bunuh diri pada orang dewasa maupun lansia, lingkungan terdekat harus sensitif mengetahui kondisi orang di sekitarnya. Diana mengatakan orang yang hendak bunuh diri pasti memunculkan sejumlah tanda.
Sementara orang yang merasa ingin melakukan bunuh diri, secepat-cepatnya bisa mencari pertolongan. Di DIY ada banyak sekali layanan konseling psikologi yang bisa diakses untuk mencegah kasus bunuh diri. "Dia harus sensitif kapan dia harus minta pertolongan.”
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected].
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dirumorkan merekrut Christophe Nduwarugira. Bek Timnas Burundi dengan 48 caps dan pengalaman di Liga Portugal ini berpotensi memperkuat lini pertahan
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Komisi III DPR meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas dan transparan kasus kematian Sutrimo yang masih didalami polisi.
Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.