ARSIP MENYAPA: Merawat Memori Kolektif Melalui Arsip
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY Ali Sadikin (tengah) dalam acara FGD penyusunan panduan operasional aksi merespons peringatan dini siklon tropis DIY, Selasa (29/10/2024)./Yosef Leon
JOGJA—Belajar dari pengalaman ketika dilanda Badai Cempaka 2017 silam yang berdampak cukup parah, tahun ini Pemda DIY terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, khususnya siklon tropis.
Dalam upaya memperkuat sistem peringatan dini dan respons terhadap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tengah menyusun Panduan Operasional Aksi Merespons Peringatan Dini Siklon Tropis DIY. Panduan ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh pihak terkait dalam menghadapi ancaman siklon tropis di masa mendatang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY Ali Sadikin mengungkapkan bahwa dampak dari Badai Cempaka masih terasa hingga saat ini, terutama saat terjadi hujan deras dan angin kencang. "Oleh karena itu, kami sangat serius dalam menyusun panduan ini," ujarnya, Selasa (29/10/2024).
Sadikin menambahkan, inisiatif penyusunan panduan ini mendapat dukungan penuh dari World Food Programme (WFP). Berkat dukungan WFP, telah terbentuk Rencana Kontingensi Siklon Tropis DIY 2024 yang saat ini sedang dalam proses penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub). "Kami sangat mengapresiasi dukungan dari WFP. Dengan adanya rencana kontingengsi ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas dalam merespons bencana," kata Sadikin.
Perwakilan WFP Erik Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya dalam beberapa tahun terakhir mendorong pemerintah untuk lebih proaktif dalam penanggulangan bencana. "Selama ini, penanganan bencana cenderung responsif. Kami berupaya mendorong praktik terbaik [best practice] dengan pendekatan yang lebih antisipatif," kata dia.
Erik menambahkan, DIY menjadi salah satu pilot project WFP dalam menerapkan pendekatan antisipatif dalam penanggulangan bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan kendaraan entri dan menyusun rencana kontingensi. "Kami memilih siklon tropis sebagai fokus utama karena melihat dampak signifikan yang ditimbulkan oleh Badai Cempaka. Saat ini, Pergub terkait dengan rencana kontingensi sedang dalam proses harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM," jelasnya.
Dalam upaya mengurangi dampak dari siklon tropis, pemerintah DIY melibatkan lima sektor utama, yaitu populasi, pelayanan umum, infrastruktur, lingkungan, dan ekonomi.
Masing-masing sektor akan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankan aksi-aksi yang telah ditetapkan. "Kami telah membahas mengenai pendanaan dan melibatkan banyak OPD dalam upaya ini. Peringatan dini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk melakukan tindakan-tindakan preventif.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.