Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu-satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penetapan pajak bumi dan bangunan (PBB) pada Bandara YIA oleh Pemkab Kulonprogo sebesar Rp16 miliar pada 2024 ini ditanggapi DPRD dengan dukungan.
Para anggota dewan ini menyebut penetapan ini jadi solusi atas permasalahan nilai pajak yang sebelumnya sempat diajukan ke pengadilan pajak tersebut.
Meskipun besaran pajak atas Bandara YIA turun dari Rp28 miliar jadi Rp16 miliar, DPRD Kulonprogo mengapresiasi upaya Pemkab Kulonprogo dalam menilai ulang nilai yang nantinya jadi pendapatan asli daerah tersebut.
Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo, Lajiyo Yok Mulyono menyebut dengan penetapan itu paling tidak sudah ada kejelasan pajak pada 2024.
Penetapan pajak tersebut memang jadi kewajiban Pemkab Kulonprogo, jelas Lajiyo, agar ada kepastian dalam merencanakan APBD 2025 mendatang terutama pada anggaran yang dimiliki untuk pembangunan.
"Meskipun turun kami harap nanti tiap tahunnya ada peninjauan supaya ada kenaikan agar biaya untuk pembangunan juga makin besar sehingga dapat merata," terangnya.
Hadirnya Bandara YIA yang pertama kali beroperasi untuk pesawat komersial pada 2019 di Kulonprogo, lanjut Lajiyo, memang diharapkan jadi sumber pemasukan untuk Pemkab. "Dari dinamika yang ada sampai masuk ke pengadilan terkait pajak ini kami harap dapat terselesaikan dan sesuai dengan tujuan utamanya untuk mendongkrak pemasukan daerah," katanya.
BACA JUGA: ORI DIY Sebut Toko Minuman Beralkohol Jogja Ternyata Banyak Belum Berizin
Pemasukan daerah dari Bandara YIA, sambung Lajiyo, juga mesti dinikmati hasilnya oleh seluruh masyarakat Kulonprogo.
"Cara agar masyarakat menikmati dengan memberikan pembangunan yang merata, kedepan kami harap ada kenaikan pajak agar tujuan tersebut tercapai," tutur anggota Fraksi Gerindra itu
Sependapat dengan itu Wakil Ketua II DPRD Kulonprogo, Suharto juga mendukung penetapan pajak tersebut.
"Apalagi APBD 2025 masih terus kami godok, setelah ditetapkan maka ada kepastian dalam merumuskan anggaran untuk tahun depan ini," ungkapnya.
Sedangkan APBD Kulonprogo 2025, menurut Suharto, mengalami kenaikan daripada 2024. Kenaikannya sebesar Rp1,8 miliar sehingga dengan penetapan itu ia berharap anggaran untuk pembangunan ini dapat lebih meningkat.
Suharto juga menegaskan perlu adanya peninjauan rutin tiap tahunnya atas pajak pada Bandara YIA. "Peninjauan ini jadi medium antara Pemkab Kulonprogo dan manajemen bandara agar bisa saling koordinasi dan tidak timbul masalah, supaya masyarakat juga menikmatinya dengan adanya kenaikan setiap tahunnya," kata anggota Fraksi PKB itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.