Anggaran Dipangkas, Normalisasi Sungai Jogja Terancam Tersendat
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Pemkab Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik Sekretariat Daerah Bantul 2024 di Gedung Induk Lantai III Mandhala Saba Madya Parasamya, Rabu (6/11/2024). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengevaluasi capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dicapai tahun 2024. Evaluasi dilakukan karena terjadi penurunan SAKIP di tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.
Pemkab Bantul mencatat capaian SAKIP tahun 2024 mencapai 81,27 poin. Sementara tahun 2023 mencapai 82,74 poin. Meski begitu, dengan capaian tersebut, tahun ini Pemkab Bantul masih mendapat tingkat akuntabilitas A.
BACA JUGA: Banyak Jalan Gelap, Bantul Masih Butuh Ribuan LPJU
Sekretaris Daerah Bantul Agus Budiraharja menyampaikan, penurunan SAKIP tersebut mendorong Pemkab melakukan evaluasi terhadap capaian tersebut. Dia menuturkan, evaluasi tersebut dilakukan agar pelayanan pada masyarakat dapat meningkat.
"Kami berharap dengan SAKIP, kegiatan ini bisa meningkatkan sistem akuntabilitas kinerja pemerintah agar tepat sasaran dan berorientasi pada hasil," katanya dalam Forum Konsultasi Publik Sekretariat Daerah Bantul 2024 di Gedung Induk Lantai III Mandhala Saba Madya Parasamya, Rabu (6/11/2024).
Agus menjelaskan, capaian SAKIP di Bantul tersebut dinilai dengan beberapa indikator. Antara lain perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi akuntabilitas dan kinerja internal.
Dia menuturkan, SAKIP akan menjamin pemerintahan dijalankan dengan bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, integrasi pelayanan publik dilakukan melalui integrasi sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan kinerja. "Penerapan anggaran berbasis kinerja juga diintegrasikan," ujarnya.
Dengan begitu, menurut Agus, penggunaan keuangan negara yang tercatat dan terlaporkan sesuai dengan ketentuan akan menjamin kinerja dan pertanggungjawaban pemerintah. "Endingnya layanan kita semakin baik, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) DIY, A. A. Suwantoro menyampaikan, capaian SAKIP mendorong dan menguatkan pertanggungjawaban untuk peningkatan kinerja. Menurutnya, SAKIP juga terkait dengan akuntabilitas yang ada dalam reformasi birokrasi.
Dia mengatakan, evaluasi peningkatan capaian SAKIP nanti harus berdampak pada peningkatan layanan masyarakat. "Reformasi birokrasi ini merupakan upaya mengembalikan birokrasi pada fitrahnya, yaitu dengan memberi pelayanan terbaik pada masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan siap diberangkatkan ke Arafah secara bertahap.