V BTS Resmi Jadi Brand Ambassador Nothing, Ini Produk Barunya
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah lahan pertanian di wilayah Kapanewon Imogiri dan Dlingo diserang oleh kera ekor panjang dalam beberapa waktu terakhir.
Untuk mengatasi hal tersebut, dalam waktu dekat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul bersama dengan Pemerintah Kapanewon dan Kalurahan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta akan menggelar rapat koordinasi terkait penanganan serangan kera ekor panjang tersebut.
"Rencana pekan depan, kami akan ketemu dengan semua stakeholder dan mencari solusi untuk mengatasi masalah ini," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, Kamis (7/11/2024).
Joko mengaku sejauh ini sejumlah petani yang ada di sejumlah wilayah, seperti perbatasan Kapanewon Imogiri seperti di Kalurahan Karangtengah dan Kalurahan Sriharjo telah melaporkan jika lahan pertanian mereka rusak karena diserang koloni kera ekor panjang.
Selain itu, serangan kera ekor panjang juga menyasar lahan pertanian milik warga di Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo. "Kalau yang di Imogiri, lahan jagung milik warga yang diserang. Lalu ada juga di Mangunan," jelasnya.
Meski tidak secara detail mengungkapkan berapa kerusakan lahan pertanian akibat serangan kera ekor panjang, namun Joko mengaku jika serangan kera tersebut dibiarkan akan semakin mengancam.
Di sisi lain, Joko mengakui jika selama ini pihaknya kesulitan mengatasi koloni kera ekor panjang yang menyerang lahan pertanian warga. DKPP dan warga tidak mungkin membunuh primata tersebut. Oleh karena itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memasang jaring di lokasi-lokasi tertentu.
"Tetapi kan mereka masih bisa merusak jaring. Untuk itu, pekan depan kami akan kumpulkan semua pihak termasuk BKSDA Yogyakarta. Harapannya ada solusi untuk mengatasi serangan kera ekor panjang," ungkapnya.
Sementara Panewu Imogiri, Slamet Santosa mengakui jika serangan kera ekor panjang bukanlah kali pertama terjadi di wilayahnya. Koloni kera ekor panjang tersebut tidak hanya menyerang lahan pertanian, bahkan mereka masuk ke rumah warga dan mencuri makanan.
"Itu terjadi saat musim kemarau. Karena stok makanan dari kera ekor panjang itu biasanya habis saat musim kemarau. Jadi mereka berani turun dan tidak hanya menyerang tanaman warga, bahkan kadang masuk ke rumah warga siang hari," jelas mantan Panewu Kasihan ini.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Slamet mengaku warga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena warga tidak mungkin membunuh kera ekor panjang. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh warga adalah mengusir kera ekor panjang ketika masuk ke rumah mereka.
"Karena juga ada mitos di masyarakat jika satu ekor kera ekor panjang dibunuh, maka koloninya akan menyerang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan jelang Denmark vs Portugal setelah laporan soal latihan individu dan keputusan Jorge Jesus di laga sebelumnya.
Direktur Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier dan kepemimpinan kepada mahasiswa Universitas Andalas melalui sesi Alumni Calling.
Top skor Nations League 2026/2027 sementara dipimpin empat pemain, termasuk Lamine Yamal dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi 3 gol.
Profil Timnas Bangladesh yang akan menghadapi Indonesia pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Hamza Choudhury, Shamit Shome, dan Thomas Dooley