Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Proses penggerebekan salah satu kos yang kedapatan menyimpan dan menjual miras di Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Kamis (7/11/2024)./Istimewa-Polsek Ngaglik
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Polsek Ngaglik, Sleman terus melakukan penertiban terhadap perederan miras ilegal. Kali ini, menggerebek salah satu kos di Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Kamis (7/11/2024) siang.
Kapolsek Ngaglik, AKP Yulianto mengatakan penggerebekan dilakukan setelah mendapatkan laporan jual beli miras secara online di salah satu kos di Nglempong Lor, Sariharjo, Ngaglik. Upaya penyelidikan terus dilakukan hingga akhirnya dilakukan penertiban terhadap aktivitas tersebut. “Kami periksa salah satu kos dan mendapati satu kamar yang menjadi tempat penyimpanan dengan barang bukti 56 botol berbagai merek,” kata Yulianto, Kamis sore.
Dia menjelaskan kos yang digerebek dihuni oleh SR, 34, ibu rumah tangga (IRT) yang beralamatkan di Kapanewon Godean. Proses penertiban berjalan lancar dan disaksikan langsung oleh pemilik Kos serta perwakilan dari Kapanewon Ngaglik. “Barang bukti miras ilegal ini sudah kami amankan,” katanya.
BACA JUGA: Kendalikan Peredaran Miras, Sosiolog UGM Sebut Perlu Ada Badan Pengawasan Khusus
Kepada pemilik, sambung Yulianto, akan diproses lebih lanjut sesuai dengan Perda Sleman No.8/2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan. “Berkas segera kami kirimkan ke pengadilan untuk proses lebih lanjut,” katanya.
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman Kusno Wibowo mengatakan siap melakukan penertiban terhadap peredaran miras illegal. Hal ini sesuai dengan Instruksi Gubernur No.5/2024 tentang Optimalisasi dan Pengawasan Minunam Keras. “Pada prinsipnya, kami di Pemerintah Kabupaten Sleman dengan adanya Ingub ini akan sejalan dan sepakat untuk menindaklanjuti segera dengan melakukan penertiban,” katanya.
Menurutnya masyarakat mulai resah dengan peredaran minuman keras terlebih, tidak sedikit yang ilegal dan tidak berizin. “Tentu Pemerintah harus hadir untuk masyarakat dengan memberikan rasa aman dan nyaman dengan melakukan penertiban secara berkala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.