Ratusan Gurame Mati di Sleman, Kualitas Air Kolam Menurun
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Susu sapi - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul mencatat produksi susu sapi di Bumi Handayani dari awal tahun hingga November 2024 mencapai 5.760 liter.
Kepala Bidang Bina Produksi DPKH Gunungkidul, Suyanto mengatakan tidak banyak masyarakat Gunungkidul yang memelihara sapi perah. Sejauh ini, hanya ada empat sapi perah dari empat peternakan di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk.
Peternakan sapi di Gunungkidul, kata dia lebih banyak ke penyediaan daging sapi potong. Hal ini disebabkan kondisi alam yang tidak cocok bagi pengembangan sapi perah. Adapun distribusi susu sapi juga hanya di sekitar peternakan.
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan sapi perah memerlukan tempat pengembangan yang cocok dengan suhu ideal antara 22 °C–24 °C. Sapi perah pun khusus yang merupakan sapi peranakan sapi negara sub tropis dengan lokal.
Suhu Gunungkidul yang kurang dingin akan menyebabkan pertumbuhan sapi perah tidak maksimal. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pengembangan pengembangan sapi perah dapat dilakukan dengan jenis sapi lain yang tahan cuaca panas.
BACA JUGA: Gibran Rakabuming Lucurkan Layanan Lapor Mas Wapres, Maksimal 50 Aduan per Hari
“Kalau sapi perah itu, hijauan pakannya harus lebih banyak, karena diambil susunya dan minumnya juga harus banyak,” kata Wibawanti, Senin, (11/11/2024).
Selain itu, peternak juga akan mempertimbangkan pasar susu. Apabila distribusi susu sulit, maka ketertarikan peternak untuk mengembangkan sapi perah minim. Pertimbangan lain adalah penyakit akan mudah menjangkiti sapi perah dibandingkan sapi potong.
DPKH tidak menutup kemungkinan apabila ada investor yang ingin melakukan investasi ke sektor peternakan sapi perah. Menjual susu, kata dia lebih sulit daripada menjual daging sapi.
Disinggung ihwal potensi suplai susu sapi dari Gunungkidul dalam program makan bergizi gratis, Wibawanti mengaku pihaknya lebih mengoptimalkan suplai daging sapi dan ayam.
“Kami menyiapkan ya telur, daging ayam dan sapi, itu yang memungkinkan. Kami juga belum dapat petunjuk teknis program itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Pengalaman menarik dirasakan Joko Sunarno warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta saat mendampingi istrinya sakit.
Biaya makan sering menjadi penyebab anggaran liburan membengkak. Simak enam cara hemat menikmati kuliner saat traveling ke luar negeri tanpa mengorbankan pengal
Kodim 0730/Gunungkidul menyiagakan mobil tangki air untuk membantu penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 184 tangki air
Perkembangan chipset dan AI membuat HP murah kini mampu menghadirkan fitur yang dulu hanya tersedia di smartphone flagship. Simak alasan perbedaannya semakin ti
Estonia dinobatkan sebagai negara terbersih di dunia versi Environmental Performance Index 2024. Simak daftar 10 besar dan posisi Indonesia dalam peringkat glob