Polresta Sleman Jelaskan Duduk Perkara Viral Shinta Komala
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Revitalisasi Taman Median Jalan Affandi ditargetkan bisa rampung tepat waktu pada awal Desember nanti. Perbaikan taman ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai estetika ruang, tetapi juga penggantian tanaman baru agar penyerapan polutan di kawasan padat kendaraan dapat lebih optimal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mengungkapkan saat ini revitalisasi Taman Median Jalan Affandi sudah pada tahap penanaman pohon. Kini beberapa pohon masih menunggu untuk dibuka penutupnya.
"Kalau saya lihat memang masih ada tanaman yang belum dibuka, kebanyakan palem merah yang belum dibuka. Tetapi saya yakin tanggal 10 [Desember] nanti sudah bisa penyerahan," kata Epi, Jumat (22/11/2024).
Revitalisasi Taman Median Jalan Affandi diharapkan mampu mempercantik ruang dan menciptakan nuansa yang lebih segar dibandingkan taman yang lama. Selain itu dengan penggantian pohon-pohon yang baru, polutan yang diserap tanaman di kawasan padat lalu lintas itu bisa lebih optimal.
"Mempercantik, sudah bosan dengan taman yang kayak begitu. Kedua, memang kami berusaha menggunakan pohon-pohon itu untuk menyerap polutan, karena kemarin dahan-dahannya, daun-daunnya sudah hitam-hitam itu," jelasnya.
BACA JUGA: Revitalisasi Taman Affandi Sudah 75%, Beragam Tanaman Mulai Ditanam
Tak hanya itu, penanaman pohon baru juga diharapkan Epi mampu menyuplai oksigen secara optimal bagi lingkungan sekitarnya. "Menambah jumlah oksigen, karena pohon-pohon yang baru masih segar, otomatis metabolismenya optimal. Pasti lebih baik dari pada pohon yang kemarin," ujar dia.
Secara konstruksi, penggarapan revitalisasi Taman Median Jalan Affandi sudah selesai sebelum musim hujan tiba. Itulah sebabnya, fokus penggarapan kini ada pada menghidupkan tanaman baru di sana. "Penggarapan [konstruksi] sudah selesai kemarin sebelum musim pernghujan turun," ucap dia.
Beragam jenis tanaman di tanam di kawasan Jl. Affandi, mulai dari asam Jawa dan tabebuya. Tanaman glodokan pecut yang sebelumnya ada di Taman Affandi pada taraf tertentu saat dipangkas bentuknya tidak meruncing tetapi malah melebat.
Selain itu glodokan pecut juga bisa mengangkat aspal jalan, sehingga pada revitalisasi ini DLH memutuskan untuk mengganti jenis tanaman di Taman Affandi. "Sekarang tinggal kita mulai nanam tanamannya, ada asam Jawa, ada tabebuya, ada palem merah, mungkin nanti perdu-perdu,"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.