Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Jogja mengikuti bimbingan teknis dan pembekalan tim sukarelawan pemantau Pilkada DIY 2024 di Kampus IV UAD, Kapanewon Banguntapan, Minggu (24/11/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) DIY menggandeng ratusan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja untuk memantau penyelenggaraan Pilkada 2024 yang akan disebar ke setiap kabupaten dan kota.
Koordinator Presidium Jadi DIY Bagus Sarwono menerangkan jaringannya menggandeng mahasiswa agar dapat menjalankan tugas pemantauan dengan efektif dan mendeteksi berbagai potensi permasalahan yang mungkin terjadi selama Pilkada 2024 berlangsung.
Jadi memberikan pembekalan kepada mahasiswa agar memahami tahapan pemantauan Pilkada. Saat ini, proses Pilkada sudah memasuki tahapan pemungutan dan penghitungan suara.
“Oleh karena itu, Jadi memberikan pemahaman teknis kepada para sukarelawan agar siap diterjunkan,” ujarnya dalam bimbingan teknis dan pembekalan tim sukarelawan pemantau Pilkada 2024 di Kampus IV UAD, Minggu (24/11/2024).
Dalam memantau Pilkada, Jadi menggunakan aplikasi Jaga Suara yang digunakan untuk memantau hasil perhitungan suara versi masyarakat sipil. Aplikasi tersebut berfungsi mendata dan mencocokkan hasil pemungutan suara. Aplikasi ini mirip Sirekap tetapi untuk keperluan data sanding sukarelawan pemantau.
Dalam pembekalan, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai teknis pemungutan dan penghitungan suara serta potensi pelanggaran di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemahaman tersebut perlu diberikan sehingga mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi kerawanan nantinya.
Jika menemukan pelanggaran administratif, mahasiswa bisa langsung melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul. Untuk kejadian luar biasa, sukarelawan juga memiliki hak untuk melaporkannya.
BACA JUGA: Pilkada Kulonprogo, 8 TPS Rentan Intimidasi, 61 Terkendala Internet
Dekan Fakultas Hukum UAD Megawati memaparkan partisipasi mahasiswa dalam pemantauan Pilkada dapat menjadi wadah pembelajaran di luar kampus. Dengan kegiatan tersebut, mahasiswa akan memiliki pengalaman melihat tahapan Pilkada secara langsung.
Pengalaman tersebut juga akan selaras dengan salah satu mata kuliah Hukum Pemilu yang diambil mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, 246 mahasiswa UAD akan memantau penyelenggaraan Pilkada di 27 kalurahan di DIY.
Jumlah tersebut akan terbagi mahasiswa yang memantau di Jogja ada 72 orang, Kulonprogo ada 32 orang, Sleman ada 54 orang, Bantul ada 78 orang dan Gunungkidul ada 10 orang.
“Bagi mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman di luar bangku kuliah tetapi juga kesempatan nyata untuk mengawal demokrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari penerima MBG. Sekolah internasional dan yang dinilai mampu menjadi bagian dari sasaran.
Film Verity menghadirkan misteri psikologis tentang ghostwriter yang menemukan naskah rahasia milik novelis terkenal yang mengalami kecelakaan.
SM Entertainment mengambil langkah hukum terhadap konten AI ilegal yang menargetkan Yoona serta unggahan jahat yang menyerang Winter aespa.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.