Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Sri Sultan HB X - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X disebut telah menerima informasi soal aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa Papua yang berujung ricuh di Jalan Kusumanegara, Minggu (1/12/2024) kemarin.
Sultan akan mengkoordinasikan dengan semua pihak agar tidak ada insiden lanjutan dari peristiwa itu. Dalam unjuk rasa tersebut sejumlah mahasiswa memperingati kemerdekaan Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember. Aksi sempat berjalan kondusif sampai salah satu peserta mengibarkan bendera Bintang Kejora di akhir demo, polisi kemudian coba menurunkan dan berujung ricuh.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono mengatakan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Sultan dan Kesbangpol setempat untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
"Kami sudah menyampaikan ke Sultan dan kesbangpol dan dalam waktu dekat akan berkoordinasi untuk evaluasi siapa tahu ada insiden lagi ke depan," jelasnya.
Menurut Beny, Sultan mengungkapkan bahwa daerahnya menjamin kebebasan berekspresi dan menyampaikan aspirasi. Namun, Sultan menekankan agar aksi demonstrasi tetap berjalan tertib dan tidak anarkistis. B
BACA JUGA: Remaja Korban Judi Online Diusulkan Direhabilitasi
"Di Jogja, menyampaikan aspirasi semua dilindungi, siapa saja boleh demo tapi jangan anarkis. Kami tegas jangan menyimpang dari NKRI, kemarin kan sudah melewati batas, sehingga aparat bertindak," katanya.
Beny juga menyayangkan adanya tindakan yang keluar dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Menurutnya, menyampaikan aspirasi boleh saja, tapi tetap harus ada aturan yang ditaati.
"Boleh demo kalau keluar dari kesepakatan kan tidak boleh, jangan seperti itu. Menyampaikan aspirasi boleh tapi ada tatanan yang harus diikuti," katanya.
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo menyampaikan bahwa situasi di lokasi demonstrasi saat ini sudah kembali kondusif. Namun, ia mengakui adanya sedikit kericuhan yang mengakibatkan tiga anggota Polri mengalami luka ringan.
"Terkait dengan kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita kemarin saat ini sudah kembali situasi normal, kemudian efek dari kegiatan kemarin memang sedikit ada kericuhan yang menimbulkan teman-teman dari Polri dalam hal ini ada tiga anggota kami yang mengalami luka walaupun kategori cuma luka ringan seperti biasa," ungkap AKP Sujarwo.
Sujarwo juga menjelaskan bahwa dari pihak pengunjuk rasa tidak ada yang mengalami luka. Selain itu, satu orang pengunjuk rasa telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda DIY.
"Kalau kemarin setelah kejadian sesaat kemudian memang ada satu pengunjuk rasa yang diamankan tapi saat ini masih diamankan di Polda DIY bukan di Polresta Jogja. Masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.