Kelok 23 Dibuka, Bupati Bantul Ingatkan Warga Jangan Dirikan Bangunan Liar
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Sri Sultan HB X - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X disebut telah menerima informasi soal aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa Papua yang berujung ricuh di Jalan Kusumanegara, Minggu (1/12/2024) kemarin.
Sultan akan mengkoordinasikan dengan semua pihak agar tidak ada insiden lanjutan dari peristiwa itu. Dalam unjuk rasa tersebut sejumlah mahasiswa memperingati kemerdekaan Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember. Aksi sempat berjalan kondusif sampai salah satu peserta mengibarkan bendera Bintang Kejora di akhir demo, polisi kemudian coba menurunkan dan berujung ricuh.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono mengatakan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Sultan dan Kesbangpol setempat untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
"Kami sudah menyampaikan ke Sultan dan kesbangpol dan dalam waktu dekat akan berkoordinasi untuk evaluasi siapa tahu ada insiden lagi ke depan," jelasnya.
Menurut Beny, Sultan mengungkapkan bahwa daerahnya menjamin kebebasan berekspresi dan menyampaikan aspirasi. Namun, Sultan menekankan agar aksi demonstrasi tetap berjalan tertib dan tidak anarkistis. B
BACA JUGA: Remaja Korban Judi Online Diusulkan Direhabilitasi
"Di Jogja, menyampaikan aspirasi semua dilindungi, siapa saja boleh demo tapi jangan anarkis. Kami tegas jangan menyimpang dari NKRI, kemarin kan sudah melewati batas, sehingga aparat bertindak," katanya.
Beny juga menyayangkan adanya tindakan yang keluar dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Menurutnya, menyampaikan aspirasi boleh saja, tapi tetap harus ada aturan yang ditaati.
"Boleh demo kalau keluar dari kesepakatan kan tidak boleh, jangan seperti itu. Menyampaikan aspirasi boleh tapi ada tatanan yang harus diikuti," katanya.
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo menyampaikan bahwa situasi di lokasi demonstrasi saat ini sudah kembali kondusif. Namun, ia mengakui adanya sedikit kericuhan yang mengakibatkan tiga anggota Polri mengalami luka ringan.
"Terkait dengan kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita kemarin saat ini sudah kembali situasi normal, kemudian efek dari kegiatan kemarin memang sedikit ada kericuhan yang menimbulkan teman-teman dari Polri dalam hal ini ada tiga anggota kami yang mengalami luka walaupun kategori cuma luka ringan seperti biasa," ungkap AKP Sujarwo.
Sujarwo juga menjelaskan bahwa dari pihak pengunjuk rasa tidak ada yang mengalami luka. Selain itu, satu orang pengunjuk rasa telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda DIY.
"Kalau kemarin setelah kejadian sesaat kemudian memang ada satu pengunjuk rasa yang diamankan tapi saat ini masih diamankan di Polda DIY bukan di Polresta Jogja. Masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.