Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN–Polresta Sleman berhasil membekuk empat orang tersangka dugaan penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di sebuah ruko lantai 2 yang sedang dibangun di Caturtunggal, Depok, Sleman.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian mengungkapkan empat orang yang berkaitan dugaan kasus penganiayaan telah berhasil ditangkap kepolisian. Para tersangka diamankan polisi dari lokasi berbeda-beda. Ada yang diringkus di kediamannya ada pula yang ditangkap di persembunyiannya.
"Sudah ketangkap empat orang, ditangkap di rumah masing-masing dan di tempat persembunyian," kata Adrian pada Rabu (4/12/2024).
BACA JUGA : Mayat di Lantai Dua Ruko Caturtunggal, Polisi Temukan Ada Luka di Bagian Wajah
Adrian menjelaskan keempat tersangka dan korban merupakan teman atau saling kenal. Pelaku dan korban merupakan teman mancing dan nongkrong. "Iya konco, kalau mancing bareng, habis itu duduk-duduk bareng, konco lah," ucapnya.
Lokasi penemuan jenazah juga merupakan tempat nongkrong para tersangka. "Iya nongkrong-nongkrong. Kan salah satu pelaku itu yang jaga ruko itu," ujarnya.
"Ruko itu kan dalam pembangunan. Jadi masih ada barang-barang yang berharga lah disitu, jadi kayak semen atau apa jadi setiap malam harus dijaga," katanya.
Para tersangka yang terlacak dari rekaman CCTV selanjutnya diamankan kepolisian. Pada Selasa (3/12/2024) polisi mengamankan empat orang, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
Selanjutnya pada Rabu (4/12/2024) subuh polisi kembali mengamankan dua tersangka lainnya. Dengan ini seluruh tersangka yang diduga terlibat dugaan kasus penganiayaan telah ditangkap. Empat tersangka yang diamankan bernisial R, EK, FEP dan BCT.
Kini polisi telah menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Beberapa di antaranya baju hingga motor yang digunakan tersangka. "Barang buktinya ya itu baju yang kita sesuaikan dengan CCTV. Karena awal mula itu kita tahu, tahunya dari CCTV, baju, habis itu motor," ujarnya.
Adrian juga menjelaskan penyebab korban meninggal dunia karena pukulan benda tumpul di bagian dada dan kepala. "Pukulan benda tumpul, habis itu ada retakan, retakan di tulang rusuk. Kalau hasil autopsi ada benturan benda tumpul di kepala dan di dada," katanya.
BACA JUGA : Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Gedung Kosong, Begini Penjelasan Polisi
Sebelumnya sesosok jenazah ditemukan di sebuah ruko yang tengah dibangun di Caturtunggal, Depok, Sleman. Kapolsek Bulaksumur, Kompol Tjatur Atmoko membenarkan mengatakan jenazah tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB pasa pada Senin (2/12/2024). Korban ditemukan di salah satu lantai ruko yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Penggunaan QRIS parkir di Sleman belum mencapai 1%. Dishub Sleman bertahap melakukan digitalisasi dan menata kantong parkir.
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 karena kondisi jasad korban berubah. Pencarian 55 korban tetap dilanjutkan.
Inggris mengalahkan Kroasia 7-0 di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol.
Kementerian Pariwisata mencatat makanan lokal mulai langka dan 45% berpotensi punah. Sego golong hingga dawet sambel perlu dilestarikan.
Tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand telah terjual lebih dari 55 ribu kursi hingga Sabtu, 3 Oktober 2026.