Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Sleman akan membentuk satu Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) di Sendangadi Desember ini. Dengan terbentuknya Kaltana Sendangadi, maka semua kalurahan di Sleman sudah memiliki Kaltana.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Henry Dharma Wijaya, menjelaskan akhir tahun ini masih ada satu kaltana lagi yang akan dibentuk yakni Kaltana Sendangadi, Mlati. “Dari 86 kalurahan [total kalurahan di Sleman], sekarang sudah ada 85 Kaltana. Besok senin akan dimulai di Sendangadi,” ujarnya, Jumat (6/12/2024).
Proses pembentukan kaltana memakan waktu tujuh hari yang di dalamnya terdapat pelatihan, simulasi dan pengukuhan. “Tahun ini kami membentuk lima kaltana totalnya, sekali pembentukan menggunakan anggaran Rp60 juta,” katanya.
Adapun kesiapan mitigasi bencana yang diberikan pada setiap kaltana berbeda-beda, menyesuaikan dengan potensi bencana di wilayahnya. Beberapa potensi bencana di kabupaten Sleman diantaranya erupsi Merapi, tanah longsor, gempa bumi dan banjir.
“Kalau di seputaran Merapi tentang erupsi Merapi. Di seputaran Pramabanan biasanya tanah longsor atau gempa. Yang lain ada juga angin kencang. Ada lagi banjirlahar hujan, kekeringan juga melanda di beberapa daerah,” kata dia.
Kekeringan menjadi salah satu potensi bencana yang perlu dimitigasi di beberapa daerah. Harapannya dengan adanya kaltana bisa memitigasi supaya pada saat kekeringan wilayah tersebut tetap mendapatkan suplai air.
Setelah terbentuk kaltana di 86 kalurahan, program selanjutnya yakni penguatan kapasitas kaltana. Penguatan kapasitas dilakukan di kalurahan-kalurahan secara bergilir sesuai anggaran yang tersedia. “Jadi semua yang sudah terbentuk ada penguatan kapasitas mulai 2025 besok. Setiap tahun ada terus secara bergilir,” ungkapnya.
Dengan penguatan kapasitas yang dilaksanakan rutin ini, diharapkan kaltana tidak sekadar terbentuk saja dan selesai. Kaltana diharapkan terus berkegiatan untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.