Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Petugas kebersihan membersihkan Pantai Parangtritis/ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Saat ini jumlah petugas kebersihan di kawasan Pantai Selatan Bantul mulai dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Pandansimo sangat terbatas. Sementara cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir telah membuat banjir sampah di sepanjang Pantai Selatan Bantul.
Pemerintah Kabupaten Bantul belum berencana menambah jumlah petugas kebersihan di wilayah Pantai Selatan Bantul.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, jika saat ini pihaknya belum ada rencana menambah petugas personel kebersihan di Pantai Selatan Bantul. Meskipun diakuinya, cuaca ekstrem telah membuat banjir sampah di sepanjang Pantai Selatan Bantul.
Sementara saat ini tercatat ada 23 petugas kebersihan dari Dinas Pariwisata Bantul yang bertugas membersihkan sepanjang Pantai Selatan Bantul. Jumlah itu, dinilai Halim masih cukup untuk membersihkan kawasan Pantai Selatan dari tumpukan sampah hasil kiriman dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.
"Peristiwa [penumpukan sampah di Pantai] ini kan peristiwa yang selalu terjadi saat musim hujan. Sampai saat ini pilihan kami masih optimalkan petugas yang ada. Kalau untuk penambahan? Bisa, tapi kan pertimbangannya ke anggaran," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Senin (16/12/2024).
BACA JUGA: Hujan Deras, Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Bantul Terendam Air
Untuk mencegah adanya penumpukan sampah di Pantai Selatan Bantul saat musim libur, Natal dan Tahun Baru, Halim menambahkan, Pemkab akan melakukan penilaian terkait efektifitas dari 23 petugas kebersihan yang saat ini bertugas. Dalam penilaian itu juga akan didapatkan apakah diperlukan penambahan petugas kebersihan selama musim libur, Natal dan Tahun Baru.
"Kami lakukan penilaian dulu, sebelum ke kemungkinan [penambahan personel kebersihan] itu," imbuh Halim.
Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Pantai Parangtritis, Suranto mengakui jika dalam beberapa hari terakhir, 23 petugas kebersihan untuk Pantai Selatan Bantul kewalahan melakukan pembersihan sampah dari sungai yang terbawa oleh arus gelombang menuju pantai. Ia menyebut, setidaknya ada 4 ton sampah yang dibersihkan oleh para petugas untuk kawasan Pantai Parangtritis setiap hari dalam beberapa hari terakhir.
"Itu hanya untuk kawasan Pantai Parangtritis. Belum yang di wilayah lainnya. Padahal, sampah itu tidak bisa langsung dibersihkan, tergantung cuaca. Biasanya sampah yang sampai di laut dan dipinggir pantai itu baru bisa bersih selama seminggu," jelasnya.
Menurut dia, akibat adanya tumpukan sampah tersebut, membuat wisatawan tak nyaman. Karena, pantai menjadi kotor dengan sampah. Oleh karena itu, Suranto mengaku dirinya dengan petugas lainnya, memilih membersihkan sampah pada pagi dan sore.
"Ini kami lakukan demi kenyamanan wisatawan juga," ucapnya.
Subkoordinator Kelompok Subtansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengaku tak bisa berbuat banyak dengan banjir sampah di Pantai Selatan. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca ekstrem, yang membuat sampah sulit dibersihkan. "Dan, ini fenomena tahunan setiap musim hujan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.