Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Abdul Halim Muslih/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ikut menanggapi terkait wacana atau usulan Presiden Prabowo Subianto agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD). Alasannya karena tingginya biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan Pilkada secara langsung.
Halim mengatakan usulan Prabowo tersebut ada plus minus atau ada kelebihan dan ada kekurangannya. ia berpendapat memang pilkada secara langsung oleh rakyat berbiaya besar baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah, maupun biaya yang dikeluarkan oleh pasangan calon kepala daerah.
Pada sisi lain, kata dia, jika pemilihan kepala daerah dikembalikan seperti dulu atau dipilih oleh DPRD, maka hak warga untuk menentukan atau memilih calon yang disukai atau calon yang sesuai dengan pilihannya masing-masing itu menjadi hilang.
“Memang demokrasi itu sampai hari ini berbiaya mahal sampai sekarang tapi itu memberikan hak sepenuhnya kepada masyarakat untuk ambil pilihan sesuai dengan pilihannya,” kata Halim kepada wartawan usai mendampingi Kunjungan Kerja Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto di Kalurahan Trirenggo, Bantul, Senin (17/12/2024).
Namun demikian, apapun keputusan pemerintah pusat, bupati petahana yang kembali terpilih untuk lima tahun kedepan dalam Pilkada langsung November lalu itu akan mengikutinya.
“Kalau saya sebagai posisi bupati saya harus mengikuti keputusan pemerintah pusat. semuanya pasti ada plus minusnya,” ucap Halim.
BACA JUGA: PKB Dukung Gagasan Prabowo Perbaiki Sistem Pemilu dan Pilkada
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan gagasan tentang perbaikan sistem politik di Indonesia lantaran dinilai berbiaya tinggi dan tidak efisien jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
"Menurut saya hari ini yang paling penting yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar tadi bahwa kita semua merasakan demokrasi kita yang kita jalankan, ada satu atau ada beberapa hal yang harus kita perbaiki bersama-sama. Menurut saya kita harus memperbaiki sistem kita," ujar Prabowo.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada acara HUT Ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12) malam.
Prabowo juga mengusulkan agar ke depan pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD masing-masing, sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya.
"Saya lihat, negara-negara tetangga kita efisien. Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih ya sudah DPRD itu lah milih gubernur, milih bupati. Efisien, nggak keluar duit, keluar duit, keluar duit, kayak kita kaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.