Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengalokasikan anggaran untuk penanganan kebencanaan sebesar Rp5,89 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Jumlah ini tidak beda jauh dengan anggaran pada 2024, yang masih bertambah di anggaran perubahan.
Kasubag Keuangan dan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Anjar Widyaningsih, menjelaskan total anggaran untuk Penanggulangan Bencana 2025 sebesar Rp5,89 miliar.
Jika dibanding anggaran kebencanaan pada 2024, jumlahnya tidak jauh berbeda, yakni sebesar Rp5,85 miliar. Namun jumlah tersebut masih mendapat tambahan pada anggaran perubahan sebesar Rp2,3 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp8,1 milar.
“Melalui mekanisme anggaran perubahan, menyesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang dilaksanakan oleh BPBD Kota Jogja. Sehingga penambahan anggaran untuk Program Penanggulangan Bencana pada 2025 pun masih dimungkinkan melalui mekanisme anggaran perubahan,” katanya, Kamis (19/12/2024).
Anggaran penanggulangan bencana pada 2025 dibagi kedalam empat kegiatan, meliputi Pelayanan Informasi Rawan Bencana senilai Rp76 juta, Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana senilai Rp3,6 miliar, Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana senilai 1,8 miliar dan Penataan Sistem Dasar Penanggulangan Bencana senilai Rp477 juta.
Kegiatan Pelayanan Pencegaan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana mendapat porsi anggaran terbesar karena memiliki banyak sub kegiatan, di antaranya Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana, Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana.
Kemudian Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana, Pengendalian Operasi dan Penyediaan Sarana Prasarana Kesiapsiagaan Terhadap Bencana dan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana. Masing-masing sub kegiatan ini menggunakan anggaran mulai dari Rp20 juta hingga Rp2,1 miliar.
Potensi Megathrust
Ia mengakui dalam anggaran kebencanaan 2025, tidak ada yang secara spesifik dialokasikan untuk menghadapi potensi Megathrust. “Untuk saat ini belum ada anggaran khusus terkait potensi bencana megathrust,” ungkapnya.
Meski demikian, sejumlah kegiatan sosialisasi dan edukasi telah dilaksanakan oleh BPBD Kota Jogja terkait potensi tersebut, diantaranya kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2024.
“Kami bekerja sama dengan BMKG [Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika] Stasiun Geofisika Jogja menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan megathrust,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.