Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto saat memberikan sambutan dalam acara Gerakan Bersama Perlindungan Anak yang berlangsung di Pendopo Museum Candi Prambanan. Kamis (19/12/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Sleman menilai tren kekerasan anak di wilayah Bumi Sembada dalam meningkat. Untuk itu upaya pencegahan terus dilakukan, salah satunya mewacanakan skrening psikologi bagi para pelajar.
“Datanya ada di kantor, tetapi secara kasus di 2024 memang tren kekerasan anak mengalami peningkatan,” kata Kepala DP3AP2KB Sleman, Wildan Solichin saat ditemui di sela-sela acara Gerakan Bersama Perlindungan Anak di Museum Candi Prambanan, Kamis (19/12/2024).
Dia menjelaskan, skrining terhadap kejiwaan anak menjadi salah satu elemen penting dalam upaya pencegahan kekerasan dan perlindungan terhadap anak. Langkah yang dilakukan dengan menggandeng psikolog untuk melaksanaan tes kejiwaan.
Berdasarkan tes ini akan diketahui bagaimana kondisi kejiawaan masing-masing pelajar. Setelah ada pengelompokan bisa diberikan pendampingan untuk pemulihan sehingga anak-anak bermasalah tidak menyalurkan ke hal-hal yang negatif.
Sebagai gambaran, sambung Wildan, pelajar yang masuk kategori ringan maka penanganan bisa dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling (BK) di masing-masing sekolah. Adapun pelajar yang mengalami masalah kejiwaan sedang, bisa ditangani dengan melibatkan psikolog di setiap puskesmas terdekat.
“Setiap puskesmas di Sleman sudah ada psikolog yang siap membantu. Adapun siswa yang masuk kategori berat, maka penanganan harus melalui proses rehabilitasi di balai perlindungan rehabilitasi sosial remaja, yang waktunya bisa satu hingga dua bulan,” katanya.
Diharapkan dengan adanya skrining psikologi ini bisa menjadi upaya deteksi dini sehingga potensi anak menjadi pelaku kekerasan atau kejahatan jalanan bisa ditekan. Meski demikian, untuk tahun ini, proses skrening baru sebatas sampling ke sejumlah pelajar. “Tetapi kami wacanakan agar skrining kejiawaan juga bisa dilakukan di kalangan pelajar di Sleman,” katanya.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto menambahkan, generasi muda merupakan kunci pembangunan di masa depan serta keberlanjutan pemerintahan di Sleman. Pemerintah sudah menetapkan program Indonesia Emas di 2045 sehingga harus benar-benar dipersiapkan mulai dari sekarang. “Salah satu kuncinya juga mengurangi angka kekerasan dan melakukan perlindungan terhadap anak. Berbagai upaya sudah dilakukan mulai dari kabupaten ramah anak, sekolah ramah anak dengan tujuan agar Sleman jadi rumah bersama,” katanya.
Susmiarto tidak menampik, program pembangunan di Sleman butuh keberlanjutan dan yang melaksanakan ke depannya adalah para generasi muda. Oleh karena itu, anak-anak harus benar dididik untuk menjadi generasi yang unggul berprestasi dan memiliki integritas yang tinggi. “Kuncinya adalah kerja keras, disiplin, jujur dan berintegritas dan kalau ini bisa diwujudkan maka masa depan generasi muda akan cerah dan jauh dari korban maupun pelaku kekerasan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.