Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Uji coba makan bergizi gratis diikuti siswa-siswa SD Muhammadiyah Wonopeti I di Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur selama tiga bulan sejak September lalu.
Harianjogja.com, KULONPROGO--Program makan bergizi gratis (MBG) yang rencananya diimplementasikan pada 2025 nanti diharapkan Pemkab Kulonprogo jadi solusi masalah stunting. Program nasional ini juga diupayakan menguatkan UMKM lokal Bumi Binangun.
Data Pemkab Kulonprogo mencatat prevalensi stunting di wilayahnya terdapat 10,48% per Juni kemarin. Dinas Kesehatan (Dinkes) pada tahun ini juga sudah banyak melakukan upaya intervensi untuk menekan kasus kekurangan gizi kronis ini.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami menyebut salah satu upaya itu dengan menggandeng swasta untuk turut membantu. "Seperti dengan PT. Angkasa Pura kemarin, kami kolaborasi untuk menyediakan makanan tambahan di beberapa titik yang jumlah stuningnya tinggi," katanya.
Sri Budi menerangkan dengan program makan bergizi gratis ini diharapkan menekan kasus stunting di wilayahnya. "Kami akan kolaborasikan program itu dengan penurunan stunting, tapi karena petunjuk teknisnya belum ada masih kami tunggu agar bisa dilakukan sinkronisasi," terangnya, Kamis (19/12/2024).
BACA JUGA: Uji Coba Makan Bergizi Gratis Kulonprogo, Menko Zulhas: Bentuk Kedaulatan Pangan
Petunjuk teknis MBG, jelas Sri Budi, penting karena jadi acuan utama program tersebut. "Secara visi program juga terlihat tujuannya untuk meningkatkan kualitas asupan gizi anak, tentu ini pasti menekan stunting dan akan kami lebih efektifkan," paparnya.
Sementara Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kulonprogo juga punya target dengan program MBG ini menguatkan UMKM lokal di wilayahnya. Terutama kelompok usaha kuliner yang saat ini terdapat 35 pelaku yang terdaftar pada Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Kulonprogo.
Kepala Dinkop UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati menerangkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan APJI Kulonprogo. "Terutama memastikan legalitas usaha dan kapasitasnya, hal itu penting karena untuk memastikan UMKM lokal bisa menyuplai program ini," ungkapnya.
Iffa juga sudah memastikan agar APJI Kulonprogo meningkatkan mutu produknya, terutama memastikan keamanan pangan dan kadar gizi dari sajiannya. "Hasilnya dipastikan seluruh pasokan bahan pangan yang digunakan memprioritaskan dari hasil pertanian lokal, agar bisa memberi dampak positif lebih luas lagi dalam perekonomian," jelasnya.
Dinkop UKM Kulonprogo, jelas Iffa, juga sudah berkoordinasi dengan kantin-kantin sekolah di Bumi Binangun. Koordinasi itu dihubungkan oleh Dinas Pendidikan yang tujuannya dapat melibatkan kantin sekolah dalam program MBG ini.
Kantin sekolah di Kulonprogo, menurut Iffah, sudah terbukti bisa menyajikan makanan untuk siswa-siswa selama ini. "Tapi memang perlu dipastikan lagi kadar gizinya, pelibatan ini juga mengantisipasi agar tidak ada kantin sekolah yang tutup karena program ini, kami harap semuanya bisa diberdayakan melalui makan bergizi gratis ini," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.