Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY tahun ini berencana memperluas program lumbung mataraman ke sejumlah kalurahan di berbagai kabupaten. Total ada sebanyak lima kalurahan baru pada 2025 yang akan tersentuh program lumbung mataraman.
Kalurahan-kalurahan yang akan mendapatkan program ini antara lain Wukirsari, Imogiri, Bantul; Piyaman, Wonosari, Gunungkidul; Giripeni, Wates Kulon Progo; Widodomartani, Ngemplak, Sleman dan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti mengungkapkan bahwa setiap kalurahan yang terpilih akan mendapatkan dana sebesar Rp600 juta untuk pengembangan program lumbung mataraman.
BACA JUGA: Lumbung Mataraman di Kulonprogo Kenalkan Pangan Lokal
Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan produksi pangan lokal, pengolahan hasil pertanian, dan pemasaran produk pertanian.
“Lumbung mataraman merupakan upaya Pemda DIY dalam mewujudkan kemandirian pangan masyarakat. Dengan memperluas program ini, kami berharap dapat meningkatkan produksi pangan di tingkat desa, mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Syam, Kamis (2/1/2025).
Lumbung mataraman sendiri merupakan sebuah konsep pertanian tradisional yang diangkat kembali untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di era modern. Konsep ini menekankan pada pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, serta pengembangan sistem pertanian yang ramah lingkungan.
“Lumbung mataraman sebagai simbol kearifan lokal, sejak dahulu menjadi contoh kolektif dalam menjamin ketersediaan pangan. Filosofi ini tetap relevan menghadapi tantangan ketahanan pangan global. Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan bijak mengelola sumber daya, kita dapat memenuhi hak pangan secara adil dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pada 2024, DPKP DIY telah berhasil mengembangkan sebanyak 55 lumbung mataraman di seluruh wilayah DIY. Dengan penambahan lima kalurahan baru pada 2025 ini diharapkan jumlah lumbung mataraman di DIY akan semakin bertambah dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah ini.
"Perluasan program lumbung mataraman kami harap dapat menciptakan desa-desa mandiri pangan yang mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya sendiri. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, melestarikan lingkungan, serta memperkuat perekonomian daerah," pungkas Syam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.