Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Salah satu pasangan melakukan ijab qobul dalam nikah massal di KUA Sewon, Kamis (2/1/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL–Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) bakal menggelar nikah massal selama tujuh hari di Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon Bantul.
Ketua Golek Garwo & Nikah Bareng Nasional, Ryan Budi Nuryanto menuturkan kegiatan tersebut hanya diselenggarakan di DIY. Kegiatan tersebut telah diselenggarakan sejak setelah gempa 2006. Dia menuturkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kali ini dilakukan di KUA Sewon selama tujuh hari.
“Prosesi ijab kabul dilaksanakan secara serentak melibatkan banyak penghulu dalam waktu tujuh hari,” ujarnya di KUA Sewon, Bantul, Kamis (2/1/2025).
Dia menilai pernikahan massal tersebut diselenggarakan untuk mendukung pasangan calon pengantin agar dapat membangun keluarga yang berkualitas.
Dia menilai untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas, pasangan calon pengantin harus memiliki kesiapan secara fisik, emosional, dan ekonomi dalam membangun keluarga.
Dia menilai kondisi perekonomian saat ini dinilai menyulitkan beberapa pasangan calon pengantin untuk melangsungkan perkawinan.
“Masyarakat yang kesulitan ekonomi terutama untuk melangsungkan pernikahan opsi mudah adalah menggadaikan sejumlah aset untuk pinjaman, bahkan tidak sedikit yang kena pinjol dan judi online yang berujung petaka,” ujarnya.
Karena itu, Fortais menggagas ajang nikah massal untuk membantu calon pengantin tersebut.
Pernikahan massal tersebut diikuti oleh 30 pasangan calon pengantin. Mereka diberikan fasilitas pernikahan gratis, dan mahar perkawinan berupa seperangkat alat salat, cincin kawin dan payung.
“Payung diberikan sebagai simbol pengayom dan pelindung untuk pasangan tersebut,” ujarnya.
Dia berharap, calon pengantin yang melangsungkan pernikahan tersebut dapat menjadi pasangan yang cinta kepada tanah air dan dapat saling bersinergi membangun bangsa.
Calon pengantin yang ada disana satu persatu melangsungkan ijab kabul di atas mobil Chevrolet jenis pick up milik Kyai Badriko. Mobil keluaran 1954 tersebut juga memiliki nilai sejarah tersendiri.
“Pada masanya[mobil tersebut digunakan] untuk pembangunan infrastruktur, [penggunaan mobil tersebut] dengan harapan para pengantin akan membangun keluarganya menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengimbau agar calon pasangan yang akan melangsungkan pernikahan dapat mempersiapkan diri untuk membina keluarga. Dia pun mendorong agar pasangan yang menikah telah berusia sesuai dengan batas usia perkawinan, dan memiliki kesiapan dari segi kesehatan dan mental agar dapat membangun keluarga yang tangguh.
“Saya hadir untuk memastikan calon pengantin sesuai dengan aturan, proses sudah dilalui dan memastikan semua kita kasih harapan agar keluarga berencana diwujudkan,” katanya.
Salah satu pasangan pengantin, Adit Dwi Setyawan, asal Gunungkidul, mengaku senang mengikuti nikah massal tersebut.
“Senang sekali, keinginan lama untuk menikah akhirnya terkabul. Kami sudah pacaran selama dua tahun,” ujarnya.
Sementara pasangannya, Nurhayati mengaku telah mempersiapkan pernikahan tersebut beberapa bulan sebelumnya. Dia mengaku telah siap menempuh kehidupan berkeluarga dan mempersiapkan diri agar dapat melahirkan anak yang sehat.
“Sudah siap [menikah]. Karena dari sini [KUA Sewon] juga telah diberikan sosialisasi terkait persiapan perkawinan,” ujarnya.
Fortais juga menyelenggarakan ajang pencarian jodoh bagi masyarakat yang belum memiliki pasangan dalam Golek Garwo. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada Minggu (5/1/2025) di KUA Sewon. Hingga saat ini telah ada sekitar seribu orang yang mendaftar dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.