Profil Perry Warjiyo, Arsitek QRIS yang Mundur dari BI
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Ilustrasi pemberian vaksin PMK di kandang Kelompok Ternak Pandanmulyo, Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah peternak sapi di Kapanewon Kretek mengaku memilih menjual sapi yang positif terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) ke pedagang sapi. Langkah itu dilakukan untuk menekan kerugian yang mereka alami akibat penyebaran PMK.
"Saya pilih jual ke belantik. Untuk sapi yang kena PMK saya jual Rp10 jutaan. Ini saya lakukan karena tidak ada pilihan lain," kata salah satu peternak di Kapanewon Kretek, Heri, Jumat (3/1/2024).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul Novriyeni mengakui jika saat ini ada sejumlah peternak yang menjual sapi yang positif terinfeksi PMK ke pedagang. DKPP menilai hal itu wajar dan diperbolehkan. Pasalnya, PMK bukanlah penyakit zoonosis. Artinya, penularan PMK hanya terjadi dari hewan ke hewan. "Bukan menular ke manusia. Jadi dagingnya masih aman dikonsumsi. Asalkan dimasak dengan baik dan aman," terangnya.
BACA JUGA: 11 Sapi Mati, Pemkab Bantul Upayakan Tekan Persebaran PMK
Hanya saja Novriyeni menambahkan, pihaknya tidak memilik informasi berapa banyak sapi positif PMK yang dijual ke pedagang dan besaran nilai penjualan per ekor sapi positif PMK. Pasalnya DKPP hanya mendata sapi yang terinfeksi PMK, sapi yang mendapatkan pengobatan dan mati karena infeksi PMK. "Untuk sapi yang mati, sampai kemarin ada 11 ekor. Hari ini bertambah dua ekor di Imogiri. Hanya saya masih akan cek lagi ke petugas. Untuk 11 ekor yang mati kemarin itu, 6 ekor dari Kapanewon Kretek, Imogiri ada 4 ekor dan Pundong 1 ekor. Untuk yang sakit sampai pagi ini ada 130 ekor sapi," ujar dia.
Menurut Novriyeni, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah sapi yang mati karena PMK tahun ini cukup besar. Sebab pada 2023, tidak ada sapi yang mati karena PMK. "Tetapi pada 2022 pas puncak wabah itu ada 400 ekor yang mati," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.