Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Wisatawan sedang menikmati pemandangan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (26/12/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mencatat sepanjang 2024 ada pemasukan retribusi wisata sebesar Rp33 miliar. Hampir 90% pendapatan ini disumbang dari tiket masuk ke kawasan Pantai.
Sub Kordinasi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, tren wisata di 2024 tumbuh dengan bagus. Selain kunjungan wisata yang bisa mencapai target, dari sisi juga pendapatan juga mengalami hal yang sama. “Untuk kunjungan wisata kami hanya mematok 2,6 juta pengunjung, tapi realisasinya hingga akhir 2024 sebanyak 3,06 juta pengunjung,” kata Aris, Jumat (3/1/2025).
Dia mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipatok hanya sebesar Rp29 miliar. Hingga akhir Desember 2024, pendapatan dari retribusi masuk wisata menembus Rp33.115.705.075 “Melebihi target karena ada selisih sekitar Rp4 miliar dibandingkan dengan yang direncanakan,” ungkapnya.
Aris mengakui ada beberapa faktor yang membuat pendapatan dari retribusi wisata bisa melebihi target. Salah satunya karena adanya kebijakan menaikan retribusi yang dilakukan mulai awal tahun. “Ini jelas memberikan pengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan juga tidak lepas dari adanya objek wisata baru di sejumlah titik seperti di Pantai Drini maupun di sisi barat seperti Obelix Sea View. Destinasi baru ini membuat pengunjung meningkat sehingga dampaknya berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh. “Kalau dilihat dari data, memang penyumbang retribusi terbesar dari tiket masuk Pantai. Hampir 90 persen kunjungan tertuju ke kawasan Pantai,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi pariwisata di Bumi Handayani. Menurut dia, secara perkembangan sudah berjalan dengan baik karena sejumlah target yang dicanangkan di 2024 bisa terlampaui.
BACA JUGA: Setengah Juta Lebih Wisatawan Serbu Sleman, Ini Objek Wisata Paling Favorit
Selain akumulasi target kunjungan di 2024 terlampaui, kunjungan saat libur akhir tahun juga bisa terpenuhi. Windu mengungkapkan, target kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru sebanyak 101 ribu pengunjung. Berdasarkan perhitungan dari 21-31 Desember 2024, tercatat kunjungan wisata di destinasi Gunungkidul mencapai 151.095 pengujung. “Target libur natal dan tahun baru bisa terlampaui karena destinasi wisata Gunungkidul ramai dipadati pengunjung,” katanya.
Target pengujung yang terlampaui juga berdampak terhadap PAD dari retribusi masuk wisata. pada awalnya, target pemasukan yang dipatok sebesar Rp1,2 miliar, namun didalam realisasinya PAD yang diperoleh mencapai Rp1,48 miliar. “Memang kunjungan wisata ada lonjakan sehingga target libur natal dan tahun baru bisa terlampaui,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.