Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Wisatawan sedang menikmati pemandangan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (26/12/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mencatat sepanjang 2024 ada pemasukan retribusi wisata sebesar Rp33 miliar. Hampir 90% pendapatan ini disumbang dari tiket masuk ke kawasan Pantai.
Sub Kordinasi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, tren wisata di 2024 tumbuh dengan bagus. Selain kunjungan wisata yang bisa mencapai target, dari sisi juga pendapatan juga mengalami hal yang sama. “Untuk kunjungan wisata kami hanya mematok 2,6 juta pengunjung, tapi realisasinya hingga akhir 2024 sebanyak 3,06 juta pengunjung,” kata Aris, Jumat (3/1/2025).
Dia mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipatok hanya sebesar Rp29 miliar. Hingga akhir Desember 2024, pendapatan dari retribusi masuk wisata menembus Rp33.115.705.075 “Melebihi target karena ada selisih sekitar Rp4 miliar dibandingkan dengan yang direncanakan,” ungkapnya.
Aris mengakui ada beberapa faktor yang membuat pendapatan dari retribusi wisata bisa melebihi target. Salah satunya karena adanya kebijakan menaikan retribusi yang dilakukan mulai awal tahun. “Ini jelas memberikan pengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan juga tidak lepas dari adanya objek wisata baru di sejumlah titik seperti di Pantai Drini maupun di sisi barat seperti Obelix Sea View. Destinasi baru ini membuat pengunjung meningkat sehingga dampaknya berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh. “Kalau dilihat dari data, memang penyumbang retribusi terbesar dari tiket masuk Pantai. Hampir 90 persen kunjungan tertuju ke kawasan Pantai,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi pariwisata di Bumi Handayani. Menurut dia, secara perkembangan sudah berjalan dengan baik karena sejumlah target yang dicanangkan di 2024 bisa terlampaui.
BACA JUGA: Setengah Juta Lebih Wisatawan Serbu Sleman, Ini Objek Wisata Paling Favorit
Selain akumulasi target kunjungan di 2024 terlampaui, kunjungan saat libur akhir tahun juga bisa terpenuhi. Windu mengungkapkan, target kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru sebanyak 101 ribu pengunjung. Berdasarkan perhitungan dari 21-31 Desember 2024, tercatat kunjungan wisata di destinasi Gunungkidul mencapai 151.095 pengujung. “Target libur natal dan tahun baru bisa terlampaui karena destinasi wisata Gunungkidul ramai dipadati pengunjung,” katanya.
Target pengujung yang terlampaui juga berdampak terhadap PAD dari retribusi masuk wisata. pada awalnya, target pemasukan yang dipatok sebesar Rp1,2 miliar, namun didalam realisasinya PAD yang diperoleh mencapai Rp1,48 miliar. “Memang kunjungan wisata ada lonjakan sehingga target libur natal dan tahun baru bisa terlampaui,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.