Jelang Iduladha 2026, Perdagangan Hewan Kurban di Bantul Bakal Naik
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama Gapoktan Ngudi Makmur saat penanaman pohon di kawasan Umbul Ngetuk Slangkrah, Kalurahan Karangtengah, Wonosari, pada Senin (6/1/2025). Dok. Ist.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menginisiasi penanaman pohon di kawasan Umbul Ngetuk Slangkrah, Kalurahan Karangtengah, Wonosari, pada Senin (6/1/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program konservasi yang bertujuan untuk memulihkan dan menjaga ekosistem alami di wilayah tersebut.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menekankan pentingnya peremajaan pohon, terutama di kawasan sumber air. Ia menyampaikan keprihatinan atas banyaknya pohon tua yang tumbang dan perlu digantikan dengan pohon-pohon baru. “Pohon-pohon baru ini akan membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan kelestarian sumber air bagi masyarakat,” kata Sunaryanta.
BACA JUGA : Tahura Bunder Jogja Bertransformasi Menjadi Pusat Konservasi dan Edukasi
Dalam kegiatan konservasi ini, berbagai jenis tanaman keras seperti pohon ringin dan kesambi dipilih untuk ditanam. Pohon kesambi, dengan pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya menyerap air dengan baik, menjadi salah satu fokus utama. “Pohon kesambi sangat cocok untuk program penghijauan jangka panjang karena ketahanannya,” tambah Bupati.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Makmur, Sugiyo menyampaikan Umbul Ngetuk Slangkrah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat sekitar, terutama petani. Sumber air ini mengairi sekitar 25 hektar lahan pertanian di Kalurahan Karangtengah dan Gari.
“Meskipun di musim kemarau debit air berkurang, sumber ini tetap menjadi andalan bagi kami,” ungkap Sugiyo.
BACA JUGA : DLH Gunungkidul Bangun Kawasan Konservasi Karst di Purwosari, Ini Tujuannya
Sugiyo berharap adanya dukungan lebih dari pemerintah daerah, terutama dalam perbaikan saluran irigasi. “Saat ini, banyak saluran irigasi yang masih tradisional. Dengan saluran yang lebih baik, kami bisa memanfaatkan air secara lebih efisien,” ujarnya.
Di musim kemarau, pemanfaatan air lebih difokuskan pada budidaya sayuran karena keterbatasan debit air. “Kegiatan konservasi ini diharapkan dapat menjaga kelestarian sumber air dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.